Mempererat Tali Silaturahmi: Safari Ramadan Kapolri di Jawa Tengah
Semarang – Suasana khidmat menyelimuti Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Mapolda Jateng) saat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hadir dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan. Kegiatan yang berlangsung pada akhir Maret ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan para ulama, aparat kepolisian, serta tokoh masyarakat dalam satu forum silaturahmi yang hangat dan produktif.
Hadirnya sejumlah tokoh penting dalam acara tersebut menunjukkan betapa krusialnya koordinasi lintas sektor di Jawa Tengah. Salah satu tokoh yang hadir memenuhi undangan Kapolda Jawa Tengah adalah Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono. Partisipasi aktif organisasi kemasyarakatan berbasis agama seperti LDII ini menegaskan komitmen kolektif dalam memperkuat kerangka koordinasi nasional, terutama di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Sinergi Sebagai Fondasi Keamanan dan Ekonomi
Dalam sambutannya di hadapan para hadirin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa program Safari Ramadan yang digulirkan Polri bertujuan untuk menjembatani hubungan antara institusi kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat. Ia memandang bahwa kekuatan negara terletak pada komunikasi yang harmonis antara aparat penegak hukum dan elemen rakyat.
“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dan memperkuat sinergi di bulan Ramadan ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang kami lakukan di berbagai Polda di Indonesia,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain aspek spiritual, Kapolri juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan tinjauan teknis terhadap kesiapan infrastruktur menjelang masa mudik Lebaran. Perhatian khusus diberikan pada kondisi jalur tol dan kesiapan fasilitas transportasi umum guna memastikan keamanan masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman.
Jenderal Listyo Sigit juga menyoroti tantangan geopolitik global yang saat ini tengah bergejolak. Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian global berpotensi memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi nasional. Namun, ia optimis bahwa melalui langkah-langkah diplomasi internasional yang tepat serta penguatan sektor pangan dan energi seperti komoditas tebu, jagung, dan kelapa sawit, Indonesia mampu bertahan.
“Upaya ini penting agar ekonomi nasional tetap stabil bahkan bisa terus tumbuh di tengah berbagai tantangan global,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan strategi penguatan kemandirian ekonomi.
Menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan Kesiapan Generasi Mendatang
Lebih lanjut, Kapolri mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lengah dalam menjaga persatuan bangsa. Ia berkaca pada pengalaman Indonesia saat melewati masa pandemi Covid-19, di mana sinergi antara ulama dan umara (pemerintah) menjadi kunci keberhasilan melewati krisis kesehatan global tersebut.
“Kita juga belajar dari perjuangan kemerdekaan bahwa persatuan adalah kekuatan utama bangsa,” tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan sejarah perjuangan bangsa.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus terus dirawat sebagai identitas nasional. Selain itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi fokus penting guna menyiapkan generasi muda Indonesia yang tangguh di masa depan. Terkait tradisi mudik, Kapolri memandang fenomena tahunan ini memiliki dimensi ekonomi yang besar bagi wilayah perdesaan.
“Kami ingin memastikan mudik tahun ini berlangsung aman dan lancar. Selain sebagai tradisi budaya, mudik juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di desa-desa,” tambah Kapolri.
Apresiasi dari Tokoh LDII Jawa Tengah
Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Singgih Tri Sulistiyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kapolri dalam menyelenggarakan forum silaturahmi ini. Menurutnya, dialog terbuka antara ulama dan aparat merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk menjaga stabilitas sosial di daerah maupun di tingkat nasional.
“Safari Ramadan ini menjadi ruang silaturahmi yang strategis karena mempertemukan berbagai unsur bangsa dalam satu tujuan, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami melihat sinergi antara ulama dan aparat seperti ini perlu terus dirawat agar mampu merespons berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ungkap Singgih Tri Sulistiyono.
Ia juga menyoroti pentingnya kebersamaan dalam menghadapi situasi global yang serba tidak menentu. Singgih menegaskan bahwa LDII siap menjadi mitra pemerintah dalam melakukan pembinaan umat yang berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan.
“Kita menghadapi situasi yang tidak sederhana, sehingga diperlukan kebersamaan dan komunikasi yang kuat antar elemen. LDII siap berkontribusi melalui pembinaan umat, penguatan nilai kebangsaan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, tertib, dan saling menghargai,” tutup Singgih Tri Sulistiyono mengakhiri pernyataannya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara seluruh elemen bangsa, sehingga Jawa Tengah dan Indonesia secara umum tetap kondusif, aman, dan sejahtera dalam menyambut hari kemenangan serta menghadapi tantangan di masa depan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.