Alhamdulillah Jaza Kaallohu Khoiro
Sebuah Ucapan Syukur, Doa, dan Cinta
Alhamdulillah jazaakumullohu khoiro adalah untaian kalimat indah yang melampaui sekadar kata "terima kasih". Di dalamnya terkandung pengakuan bahwa segala kebaikan bermuara dari Allah SWT, sekaligus doa tulus agar Allah membalas budi baik sesama dengan kebaikan yang berlipat ganda.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: 'Jazakallahu khairan' (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah sangat maksimal dalam memuji (berterima kasih)."
(HR. Tirmidzi)
Variasi Penggunaan
Dalam tata bahasa Arab, ucapan ini disesuaikan dengan kepada siapa kita berbicara:
- Jazakallahu: Ditujukan untuk laki-laki tunggal.
- Jazakillahu: Ditujukan untuk perempuan tunggal.
- Jazakumullohu: Ditujukan untuk orang banyak (jamak).
Budaya Syukur di Warga LDII
Di lingkungan warga LDII, ungkapan ini telah menjadi "napas" dalam pergaulan sehari-hari. Ia melazimkan sikap saling menghargai dan mempererat tali persaudaraan (ukhuwah). Ketika seseorang memberikan bantuan, sekecil apa pun itu, balasan doa ini menjadi penyejuk hati.
Contohnya, dalam sebuah percakapan hangat:
"Mas, minta tolong amal sholih ambilkan ibu sapu di belakang ya.." pinta seorang ibu.
Setelah anak membawakannya, sang ibu berucap dengan teduh, "Alhamdulillah jaza kaallohu khoiro, Nak."
Sang anak pun menyambut dengan senyuman dan jawaban, "Amiin..."
Dengan menjawab "Amiin", si penerima ucapan syukur mengaminkan doa kebaikan yang dipanjatkan untuknya. Inilah indahnya pergaulan yang berlandaskan Al-Quran dan Al-Hadis; setiap interaksi bernilai pahala.
