Hasil Munas X LDII 2026: Rekomendasi Strategis Pertegas Kedaulatan Bangsa Hadapi Krisis Global

Hasil Munas X LDII 2026: Rekomendasi Strategis Pertegas Kedaulatan Bangsa Hadapi Krisis Global

Jakarta (12/4) – Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tahun 2026 resmi melahirkan serangkaian rekomendasi strategis yang ditujukan sebagai kompas arah masa depan bangsa. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan kapitalisme global yang kian intens, LDII memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penguatan internal umat serta inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Ormas sebagai Benteng Moral dan Stabilitas Nasional

Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga stabilitas nasional di atas kepentingan politik praktis. LDII berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa dari berbagai ancaman ideologi yang merusak.

"LDII memandang bahwa ormas harus berdiri sebagai kekuatan moral bangsa. Kami berkomitmen mengambil peran aktif dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme dan disintegrasi yang dapat memecah belah persatuan kita," ujar Dody Taufiq Wijaya.

Kemandirian Ekonomi dan Kedaulatan Energi

Mencermati fenomena meningkatnya intervensi kekuatan global melalui jalur ekonomi, informasi, hingga jaringan sosial, Munas X LDII menuntut ketegasan sikap nasional. LDII secara konsisten menolak segala bentuk intervensi asing yang berpotensi merugikan kepentingan nasional dan menyerukan pentingnya kemandirian di berbagai sektor vital.

"Kedaulatan bangsa adalah harga mati. Hal ini mencakup kemandirian ekonomi, kedaulatan pangan, hingga energi. Kita harus berani menolak ketergantungan berlebihan terhadap sistem global yang melemahkan posisi tawar Indonesia," tegas Dody Taufiq Wijaya.

Salah satu poin revolusioner dalam rekomendasi ini adalah dukungan penuh terhadap transisi energi melalui Energi Baru dan Terbarukan (EBET). LDII mendorong pemerintah untuk segera beralih dari energi berbasis karbon menuju energi bersih yang lebih stabil dan handal bagi masyarakat.

"LDII aktif mendorong penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)," papar Dody Taufiq Wijaya.

Lebih lanjut, LDII merekomendasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan teknologi terbaru Small Modular Reactor (SMR). Teknologi ini dinilai sebagai solusi efisien dan aman untuk menjangkau wilayah pelosok Indonesia guna menggantikan pembangkit konvensional, sehingga masyarakat dapat menikmati akses listrik yang lebih murah.

Inovasi Pangan dan Pembangunan SDM Berintegritas

Di sektor agraria, LDII meluncurkan program strategis bertajuk "Ketahanan Pangan dan Lingkungan". Program ini menggerakkan generasi muda di lingkungan Pondok Pesantren dan sekolah-sekolah untuk terlibat langsung dalam produksi tanaman pangan. Langkah konkret ini diambil sebagai mitigasi terhadap potensi krisis pangan global yang dipicu oleh gangguan logistik di jalur internasional seperti Terusan Suez dan Selat Hormuz.

Namun, LDII menyadari bahwa kedaulatan fisik harus didukung oleh kualitas manusia yang mumpuni. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama dalam rekomendasi Munas kali ini.

"Pembangunan SDM tidak boleh hanya mengejar kecerdasan teknokratis. Manusia Indonesia harus memiliki karakter kuat, ber-akhlakul karimah, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kokoh," tambah Dody Taufiq Wijaya.

Politik Luar Negeri dan Ketahanan Budaya

Sebagai penutup, LDII menegaskan bahwa kebudayaan nasional merupakan benteng terakhir identitas bangsa dalam menghadapi arus globalisasi yang masif. Dalam konstelasi internasional, LDII mendorong pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif.

"Kita harus tetap berpegang pada Pancasila dan UUD 1945. Indonesia harus vokal memperjuangkan penghapusan segala bentuk penjajahan dan mengecam pelanggaran hukum internasional. Di saat yang sama, pemerintah perlu memodernisasi alutsista dan teknologi militer dengan kekuatan mandiri demi menjaga martabat bangsa di mata dunia," pungkas Dody Taufiq Wijaya.

Munas X LDII 2026 yang digelar di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta, ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi Indonesia menjadi bangsa yang lebih mandiri, religius, dan berdaulat di tengah persaingan global yang kian kompleks.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama