Fokus Perkuat Ketakwaan, DPD LDII Nabire Gelar Pengajian Umum di Masjid Miftahul Jannah

Fokus Perkuat Ketakwaan, DPD LDII Nabire Gelar Pengajian Umum di Masjid Miftahul Jannah

Spiritualitas di Jantung Papua Tengah: Upaya LDII Membina Umat

Mengawali bulan April dengan semangat spiritualitas yang tinggi, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Nabire menggelar pengajian umum yang diikuti oleh ratusan warga dari berbagai penjuru kabupaten. Agenda besar yang mengangkat tema utama “Pentingnya Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah” ini dipusatkan di Masjid Miftahul Jannah, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (19/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi spiritual sekaligus penguatan wawasan organisasi bagi seluruh jamaah di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung khidmat sejak pagi hari ini menghadirkan empat pemateri kompeten yang mengupas tuntas aspek keimanan, rasa syukur, hingga sejarah panjang organisasi. Kehadiran para tokoh agama dan pengurus organisasi ini memberikan bobot edukasi yang mendalam, tidak sekadar seremonial rutin bulanan.

Bedah Tafsir Al-Qur’an dan Urgensi Ketakwaan

Sesi pertama dibuka oleh Ustadz Hendik Efendi yang memaparkan tafsir Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Anfal. Dalam penjelasannya, ia menitikberatkan pada karakteristik ideal seorang hamba yang beriman. Ketakwaan bukan sekadar identitas, melainkan implementasi nyata dalam menjalankan seluruh perintah-Nya demi meraih rida dan surga.

“Ciri orang beriman adalah ketika ayat-ayat Allah dibacakan, hatinya menjadi takut dan keimanannya bertambah. Hal tersebut mendorong seseorang untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah kepada Allah,” ujar Ustadz Hendik Efendi di hadapan jamaah.

Melanjutkan estafet materi, Ustadz Kholid Azizi hadir dengan kupasan tafsir hadis yang menekankan pentingnya manajemen hati melalui rasa syukur. Menurutnya, kegelisahan manusia seringkali berakar dari ketidakmampuan melihat nikmat yang sudah ada di tangan.

“Kunci kebahagiaan dalam hidup adalah rasa syukur. Apapun yang Allah berikan kepada manusia merupakan yang terbaik,” jelas Ustadz Kholid Azizi dengan lugas.

Menilik Sejarah Organisasi dan Kiprah Kebangsaan

Tidak hanya aspek teologis, pengajian ini juga menjadi ajang literasi organisasi. Ketua DPD LDII Nabire, Pawiro, S.P., memberikan wawasan mendalam mengenai sejarah transformasi organisasi. Ia mengisahkan bagaimana LDII berevolusi dari sisi administratif dan penamaan, yang semula dikenal sebagai YAKARI kemudian LEMKARI.

Transformasi besar terjadi pada tahun 1990. Atas saran dari Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini, organisasi ini secara resmi menggunakan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Pawiro menjelaskan bahwa struktur kepengurusan yang tertata rapi dari tingkat DPP (Pusat) hingga ke tingkat DPD (Kabupaten) bertujuan untuk memastikan fungsi pembinaan umat berjalan efektif dan selaras dengan arah pembangunan nasional.

Pesan Pamungkas: Manajemen Waktu dan Tiga Pokok Nikmat

Sebagai puncak acara, Ketua Dewan Penasihat LDII Kabupaten Nabire, KH Ganjar Waluyo, memberikan tausiyah penutup yang menyentuh esensi kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa musuh terbesar manusia dalam beribadah adalah kelalaian terhadap waktu.

“Jangan menyia-nyiakan waktu, karena waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika waktu terlewat tanpa dimanfaatkan dengan baik, maka akan mendatangkan kerugian,” tegas KH Ganjar Waluyo.

Beliau juga merangkum bahwa setidaknya ada tiga pokok nikmat utama yang harus dijaga oleh setiap muslim agar hidupnya berkah, yakni:

  • Nikmat tetap tegak di dalam agama Islam sebagai hidayah tertinggi.
  • Nikmat kesehatan dan keamanan yang memungkinkan seseorang beraktivitas dan beribadah dengan tenang.
  • Nikmat kaya hati (qana'ah), yaitu kelapangan jiwa untuk menerima segala ketetapan Allah dengan penuh syukur, baik dalam skala kecil maupun besar.

Kegiatan pengajian rutin ini diharapkan terus menjadi motor penggerak bagi warga LDII di Papua Tengah untuk berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar melalui karakter yang religius dan profesional. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dakwah dan sosial, masyarakat dapat mengakses platform resmi organisasi.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama