Sinergi Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian Ekosistem Sungai
Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Sindangkasih menunjukkan komitmen nyata dalam pelestarian lingkungan dengan mensukseskan kegiatan “Ngosrek” (Ngored, Beberesih, dan Berseka) di sepanjang aliran Sungai Cimunjul, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (17/04). Aksi gotong royong ini tidak hanya menyasar kebersihan infrastruktur air, tetapi juga menjadi wadah mempererat kohesi sosial antarwarga di wilayah Sindangkasih.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi buta ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai titik, mulai dari wilayah RW 01, RW 02, RW 03, hingga RW 05. Dengan semangat kebersamaan, para peserta bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah, merapikan vegetasi liar yang menghambat aliran air, serta menata area bantaran sungai agar kembali asri dan nyaman dipandang.
Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Setempat
Langkah progresif ini mendapat dukungan penuh dari otoritas lokal. Terlihat di lokasi, Lurah Sindangkasih, Muhammad Hasan Amin, S.STP, memantau langsung jalannya kegiatan didampingi jajaran perangkat kelurahan, para Ketua RW, dan Ketua RT setempat. Kehadiran unsur pemerintah ini menegaskan bahwa inisiatif lingkungan merupakan prioritas bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas elemen.
Ketua PAC LDII Sindangkasih, Bapak Parijan, yang turut terjun langsung dalam aksi tersebut, mengapresiasi antusiasme warga yang begitu tinggi. Menurutnya, partisipasi warga LDII dalam agenda ini adalah bentuk manifestasi dari tanggung jawab sosial organisasi terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.
“Kegiatan ini sangat baik, bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan warga. Kami dari LDII siap mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” ujar Parijan.
Dampak Jangka Panjang bagi Lingkungan Sindangkasih
Istilah “Ngosrek” yang merupakan akronim dari Ngored (membersihkan rumput), Beberesih (bersih-bersih), dan Berseka (hidup bersih/rapi) mengandung filosofi mendalam bagi masyarakat Sunda dalam menjaga keharmonisan dengan alam. Melalui kegiatan rutin semacam ini, diharapkan aliran Sungai Cimunjul terbebas dari sumbatan sampah yang berpotensi memicu banjir saat intensitas hujan meningkat.
Selain manfaat ekologis, aksi kolektif ini membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat di Purwakarta. Keasrian lingkungan di Kelurahan Sindangkasih kini diharapkan tetap terjaga secara berkelanjutan melalui kesadaran kolektif yang telah terpupuk lewat aksi nyata di lapangan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.