Wujud Nyata Moderasi Beragama: Tokoh Katolik Silaturahim ke Ketua LDII Kebumen Guna Perkuat Toleransi Lintas Iman

Wujud Nyata Moderasi Beragama: Tokoh Katolik Silaturahim ke Ketua LDII Kebumen Guna Perkuat Toleransi Lintas Iman

Mempererat Tali Persaudaraan di Hari Kemenangan

Suasana hangat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, namun juga merangkul seluruh elemen masyarakat lintas agama. Semangat toleransi dan kebersamaan ini semakin nyata dengan hadirnya kunjungan silaturahim dari sejumlah tokoh agama Katolik ke kediaman Ketua DPD LDII Kabupaten Kebumen, Gunardi, yang berlokasi di Karanganyar, Kebumen, pada Kamis (23/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam nuansa kekeluargaan tersebut menjadi simbol penting bagi terciptanya harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kebumen. Kunjungan ini bukan sekadar tradisi musiman, melainkan langkah konkret dalam merawat kebinekaan di tingkat akar rumput.

“Ini adalah wujud persaudaraan lintas agama agar Kebumen semakin toleran dan inklusif dalam moderasi beragama,” ujar salah satu perwakilan tokoh agama Katolik saat menyampaikan maksud kunjungannya.

LDII Kebumen Berikan Apresiasi Tinggi atas Semangat Inklusivitas

Menanggapi kunjungan istimewa tersebut, Gunardi yang mewakili keluarga besar DPD LDII Kabupaten Kebumen menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam. Ia menilai bahwa kehadiran para tokoh Katolik merupakan bentuk nyata dari aktualisasi nilai-nilai toleransi yang harus terus dipupuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Silaturahim Idul Fitri terbuka untuk semua. Kehadiran para pemuka agama ini sungguh membahagiakan kami,” ujar Gunardi dengan penuh rasa syukur.

Ia menambahkan bahwa momentum Idul Fitri adalah waktu yang sangat tepat untuk mempererat jalur komunikasi yang mungkin selama ini tersumbat. Interaksi positif antar-tokoh agama diharapkan dapat menurunkan ego sektoral dan membangun sinergi yang kokoh demi persatuan daerah dan kemajuan bersama.

Menjadikan Perbedaan sebagai Fondasi Kekuatan Bangsa

Dalam dialog tersebut, Gunardi juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur bangsa yang telah diwariskan oleh para pendiri negara. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia, mulai dari suku, budaya, hingga agama, adalah kekayaan yang tidak ternilai harganya jika dikelola dengan semangat persatuan.

“Kebersamaan, kerukunan, persatuan, kesatuan dan toleransi ini adalah nilai-nilai luhur bangsa yang harus terus kita lestarikan. Indonesia lahir dari keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, dan agama yang disatukan oleh semangat kebangsaan dan nasib bersama. Perbedaan ini bukanlah pemisah, melainkan fondasi kekuatan bangsa,” tegas Gunardi secara mendalam.

Hadir dalam kesempatan tersebut rombongan tokoh Katolik yang terdiri dari:

  • Romo Stefanus Heriyanto
  • Romo Antonius Saptono
  • Sr. Emirensiana
  • Sr. Theresia Rambu Piras

Para perwakilan tersebut senada menyatakan bahwa upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk adalah tugas kolektif semua pemeluk agama. Dengan saling mengunjungi dan bertegur sapa, sekat-sekat perbedaan dapat luruh dan berganti dengan rasa saling menghormati.

Penutup yang Harmonis

Silaturahim yang berlangsung di Karanganyar ini menjadi bukti otentik bahwa di Kabupaten Kebumen, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun komunikasi yang konstruktif. Justru, keberagaman tersebut menjadi kekuatan pendorong untuk menciptakan stabilitas sosial yang harmonis. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan pesan damai dan toleransi dapat terus bergema, menjadikan Kebumen sebagai percontohan daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama bagi daerah lain di Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama