Langkah Nyata LDII Demak Menjaga Ketersediaan Stok Darah Selama Ramadan
Kabupaten Demak tengah menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI). Selama bulan suci Ramadan, jumlah pendonor cenderung mengalami penurunan yang cukup signifikan, sementara permintaan dari pasien di berbagai fasilitas kesehatan tetap tinggi dan tidak bisa ditunda. Menanggapi situasi yang memprihatinkan tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Demak segera mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan aksi kemanusiaan donor darah.
Kegiatan yang bertajuk Gerakan Sadar Jariah Donor Darah atau yang akrab disebut "Gelar Sajadah" ini difokuskan untuk membantu Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Demak memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat. Untuk bulan Ramadan kali ini, kegiatan donor darah dipusatkan langsung di kantor PMI Demak guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan distribusi darah ke rumah sakit dapat dilakukan dengan cepat.
Respon Cepat Terhadap Menipisnya Cadangan Darah
Ketua DPD LDII Kabupaten Demak, Kurniawan Arifendi, menyoroti kondisi stok darah di wilayahnya yang mulai mengkhawatirkan. Menurutnya, penurunan jumlah pendonor selama Ramadan adalah fenomena tahunan yang harus diantisipasi secara kolaboratif antara lembaga dakwah dan institusi kesehatan. Menipisnya stok darah, terutama untuk golongan darah tertentu, mendorong LDII untuk bergerak lebih masif.
“Demak termasuk wilayah yang stok darahnya menurun cukup signifikan saat Ramadan. Melihat kondisi tersebut, LDII Demak menyambut baik ajakan PMI untuk menggelar kegiatan donor darah di bulan Ramadan,” ujar Kurniawan Arifendi.
Kekosongan stok darah di fasilitas kesehatan dapat berdampak fatal bagi pasien yang membutuhkan transfusi rutin maupun tindakan medis darurat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga stabilitas cadangan darah di wilayah Kabupaten Demak.
Konsistensi Program "Gelar Sajadah" Sejak 2019
Aksi kemanusiaan ini bukanlah agenda yang bersifat situasional saja. LDII Kabupaten Demak telah memiliki komitmen jangka panjang dalam membantu PMI melalui program rutin yang terencana. Program ini telah menjadi bagian dari pengabdian organisasi kepada masyarakat luas di bidang sosial dan kesehatan.
“Sebagai wujud komitmen kepedulian sosial serta kesadaran akan keutamaan beramal di bulan Ramadan, LDII sejak tahun 2019 telah mencanangkan program Gerakan Bulanan Rutin Sadar Jariah Donor Darah (Gelar Sajadah) ini,” ujar Kurniawan Arifendi.
Dalam mekanisme operasionalnya, program Gelar Sajadah biasanya dilakukan secara bergilir di setiap kegiatan pengajian rutin pada tingkat Pimpinan Cabang (PC). Namun, mengingat kekhususan bulan Ramadan, koordinasi dialihkan langsung ke Kantor PMI untuk memaksimalkan partisipasi para anggota LDII dan masyarakat umum dalam suasana penuh keberkahan.
Memperkuat Semangat Kemanusiaan Melalui Donor Darah
Selain membantu ketersediaan stok darah secara medis, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai sarana edukasi bagi umat Islam bahwa berdonor darah saat menjalankan ibadah puasa merupakan bentuk jariah yang sangat mulia. Manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh penerima (resipien), tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan pendonor itu sendiri.
“Semoga upaya ini bisa membantu sesama dan memperkuat semangat kemanusiaan. Dalam bulan puasa ini, dengan kita mendonorkan darah akan lebih bermanfaat bagi orang lain yang memerlukan dan bagi diri kita. Dengan berdonor kita bisa membantu sesama,” tegas Kurniawan Arifendi.
Melalui langkah konkret ini, LDII Demak berharap dapat membantu pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan lancar tanpa terkendala kurangnya stok darah. Semangat berbagi ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi kemanusiaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.