Kepedulian di Bulan Suci: Ponpes Wali Barokah Gandeng Masyarakat Sekitar
Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah yang berlokasi di Kota Kediri, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmen sosialnya di tengah bulan suci Ramadan. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, pihak pesantren mendistribusikan sebanyak 750 paket sembako serta takjil. Bantuan ini menyasar warga yang kurang mampu, anak yatim, hingga kaum dhuafa yang bermukim di sekitar Kelurahan Burengan dan Kelurahan Banjaran.
Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini mengusung tema besar “Berbagi di Bulan Suci”. Prosesi pembagian bantuan tersebut dilangsungkan dengan khidmat di Gedung Wali Barokah pada Senin lalu, yang juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara lingkungan pesantren dengan warga setempat.
Menjaga Kerukunan dan Napas Ibadah
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan manifestasi dari rasa syukur atas kelancaran ibadah puasa yang telah berjalan. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga sekitar yang selama ini telah hidup berdampingan secara harmonis dengan para santri.
"Agenda ini adalah bentuk rasa syukur Ramadan yang telah memasuki hari ke-26. Kami mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjalin antara pihak pondok dengan warga Banjaran. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi bagian dari napas ibadah di bulan suci," ujar Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto.
Lebih lanjut, KH Sunarto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat lokal. Menurutnya, dukungan penuh dari warga sekitar sangat berperan penting dalam menciptakan suasana belajar-mengajar di pondok yang tertib, aman, dan barokah. Hal inilah yang mendorong Ponpes Wali Barokah untuk senantiasa berbagi kebahagiaan, terutama dalam menghadapi hari kemenangan Idulfitri.
Distribusi oleh Santri untuk Penguatan Ukhuwah
Ada hal yang menarik dalam pembagian bantuan kali ini, di mana para santri dan pengurus pondok terjun langsung dalam proses distribusi. Ratusan paket sembako yang berisi kebutuhan pokok esensial seperti beras, minyak goreng, gula, hingga kue kering diserahkan dengan penuh kehangatan. Langkah ini diambil untuk menumbuhkan rasa empati di kalangan santri sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif Ponpes Wali Barokah. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini selaras dengan instruksi organisasi dalam mewujudkan kesalehan sosial di masyarakat.
"Peran LDII memang harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, baik secara bidang keagamaan maupun ekonomi. Kami di LDII menekankan bahwa ibadah tidak hanya berhenti di dalam masjid saja. Melalui kegiatan di Ponpes Wali Barokah ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari iman," tegas Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto.
Agung menambahkan bahwa keberadaan pesantren harus menjadi solusi nyata bagi lingkungan sekitar. Bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, mengingat harga kebutuhan pokok yang cenderung melonjak menjelang Lebaran.
Respons Positif dari Penerima Manfaat
Kegembiraan terpancar dari wajah para warga yang menerima bantuan. Salah satunya adalah Hariono, warga asal Banjaran yang mengaku sangat terbantu dengan konsistensi pondok pesantren dalam memperhatikan nasib warga kecil di sekitarnya setiap tahun.
"Saya sudah lima kali menerima bantuan di sini. Isinya sangat lengkap, ada beras sampai kue. Tentu ini sangat meringankan beban kami menjelang Lebaran," tutur Hariono dengan nada penuh syukur.
Aksi sosial ini diharapkan terus berlanjut di masa mendatang sebagai simbol sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan agama dan masyarakat sipil. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan warga dapat merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan penuh suka cita, sekaligus memperkokoh fondasi persaudaraan di Kota Kediri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.