Sinergi LDII dan NU Sidoarjo dalam Rukyatul Hilal: Hilal Syawal 1447 H Belum Terlihat

Sinergi LDII dan NU Sidoarjo dalam Rukyatul Hilal: Hilal Syawal 1447 H Belum Terlihat

Langkah Bersama Menentukan Awal Syawal

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ukhuwah Islamiyah melalui kolaborasi religius. Tim Falakiyah LDII Sidoarjo bergabung bersama Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF NU) untuk melaksanakan pengamatan hilal atau rukyatul hilal guna menentukan awal bulan Syawal 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Maret 2026.

Kegiatan observasi astronomis ini dipusatkan di lokasi strategis, yakni Markaz PCNU Sidoarjo yang bertempat di lantai 10 Gedung RS Siti Hajar. Titik ini dipilih karena posisinya yang berada pada ketinggian 31 meter di atas permukaan laut dengan cakrawala barat yang terbuka luas, memberikan akses optimal bagi tim pengamat dalam memantau ufuk.

Data Astronomis dan Kondisi Hilal

Berdasarkan perhitungan teknis menggunakan metode kitab Ad-Durrul Aniq oleh LF LDII Jawa Timur, posisi hilal saat matahari terbenam terpantau masih cukup rendah. Data menunjukkan tinggi hilal mar’i berada pada angka 01° 32' 16" dengan elongasi 05° 10' 02". Kondisi ini mengakibatkan hilal hanya bertahan selama 9 menit 14 detik di atas ufuk sebelum akhirnya terbenam pada pukul 17:50:33 WIB.

Meskipun tim pengamat telah menggunakan alat bantu optik modern dan melakukan pemantauan intensif sejak matahari terbenam pada pukul 17:41:19 WIB, keberadaan bulan sabit muda tersebut tidak berhasil tertangkap oleh indra penglihatan maupun lensa kamera.

Hasil Pengamatan dan Sidang Isbat

Kondisi cuaca dan rendahnya posisi hilal menjadi faktor utama dalam pengamatan kali ini. Terkait hasil akhir di lapangan, perwakilan Tim Falakiyah LDII Sidoarjo memberikan keterangan resminya.

"Hilal pada 29 Ramadan 1447 H di wilayah Sidoarjo tidak terlihat," ujar Yusuf Mariyono.

Laporan hasil observasi ini segera diteruskan ke pusat sebagai rujukan teknis. Hal ini dilakukan agar otoritas terkait memiliki data pembanding yang valid dari berbagai titik di Indonesia sebelum mengambil keputusan nasional.

"Hasil ini selanjutnya menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia," ujar Yusuf Mariyono.

Wujud Ukhuwah Islamiyah

Selain dihadiri oleh LDII dan NU, proses rukyat ini juga disaksikan oleh perwakilan dari Pengadilan Agama, Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, unsur Muhammadiyah, serta berbagai awak media. Kehadiran lintas organisasi ini mempertegas bahwa penentuan hari besar Islam di Sidoarjo dilakukan secara transparan, ilmiah, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Sinergi ini diharapkan terus terjaga tidak hanya pada momentum Ramadan dan Syawal, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya demi mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang harmonis dan religius. Masyarakat kini diimbau untuk tetap tenang dan menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait pelaksanaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama