Pererat Ukhuwah di Bulan Ramadan
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin, yang akrab disapa Gus Aab, melakukan kunjungan resmi ke Kantor DPW LDII Jawa Timur di Surabaya pada Kamis (12/3). Pertemuan yang berlangsung hangat di tengah suasana bulan suci Ramadan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah di tengah keberagaman umat Islam di Indonesia.
Gus Aab menekankan bahwa hakikat silaturahim bukan sekadar pertemuan formal, melainkan upaya mendalam untuk menyatukan kembali visi yang mungkin sempat merenggang. Beliau menyampaikan:
“Bahasa menyambung itu adalah meluruskan benang yang kusut atau menggandengkan kembali sesuatu yang terkesan putus atau memang betul-betul putus. Itu sebetulnya hakikat silaturahim.”
Menyelami Perbedaan, Menjaga Kebersamaan
Dalam dialog tersebut, Gus Aab menggarisbawahi bahwa perbedaan pandangan atau aspirasi adalah hal yang wajar dalam masyarakat. Namun, silaturahim harus dikedepankan sebagai sarana untuk saling memahami guna mencegah kesalahpahaman.
“Untuk bisa saling memahami maka satu dengan yang lain harus saling menyelami. Dari situ akan muncul keinginan untuk terus menjaga kebersamaan.”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa tantangan besar yang dihadapi umat Islam di Indonesia tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Sinergi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menjadi kunci utama.
“Persoalan umat Islam di Indonesia ini tidak bisa diselesaikan oleh orang per orang, kelompok per kelompok, atau ormas per ormas. Ini memerlukan sinergi dari seluruh potensi dan kekuatan.”
Beliau memberikan apresiasi terhadap kontribusi khas dari masing-masing ormas Islam, seperti NU yang kuat dalam basis pesantren dan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan serta kesehatan.
“Urusan bikin pesantren memang NU jagonya. Tapi giliran bangun rumah sakit dan sekolah yang bagus, kita juga harus angkat topi kepada Muhammadiyah.”
Analogi Bangunan yang Kokoh
Gus Aab mengibaratkan hubungan antarumat layaknya sebuah bangunan yang tersusun dari elemen yang berbeda namun memiliki satu fungsi utama yang kuat.
“Bangunan itu anasirnya beda-beda, ada semen, ada batu, ada besi, ada kayu. Semuanya berbeda, tetapi saling melengkapi untuk membentuk bangunan yang kuat.”
Ia berpesan agar setiap elemen umat Islam berhenti mencari perbedaan dan beralih fokus pada titik temu yang mempersatukan.
“Carilah sesuatu yang mempertemukan. Jangan mencari sesuatu yang membedakan. Karena kalau yang dicari perbedaan, tidak akan pernah ada yang benar-benar sama.”
Apresiasi dari LDII Jawa Timur
Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya Purnomo, menyambut baik kehadiran Gus Aab. Menurutnya, nasihat yang disampaikan memberikan kesejukan bagi seluruh pengurus yang hadir.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan berbahagia. Terima kasih Gus Aab berkenan silaturahim dengan kami keluarga besar LDII Jawa Timur. Kami banyak menerima nasihat dan tausiyah dari beliau.”
Pertemuan ini ditutup dengan semangat kolektif untuk terus berkontribusi dalam membangun umat yang damai dan sejahtera.
“Pada prinsipnya kita saling menyejukkan, saling menguatkan. Kita tadi juga sama-sama mendengar bahwa kita perlu mencari persamaan yang bisa mempertemukan dan memperkecil perbedaan-perbedaan yang ada.”
“Karena pada dasarnya kita sama-sama membangun umat, sama-sama ingin membawa umat agar bisa hidup damai dan bahagia di dunia maupun akhirat.”
Melalui pertemuan ini, LDII Jawa Timur berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai pihak, sejalan dengan nilai-nilai yang terus dikembangkan oleh para tokoh agama untuk menjaga persatuan bangsa.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.