Tata Cara Sholat Idul Fitri
Panduan Lengkap dengan Dalil Hadits Shahih
Idul Fitri 1447 H hampir tiba. Sambil tetap fokus dalam ibadah bulan Ramadhan, mari mengingat kembali tentang tata cara pelaksanaan shalat idul fitri.
Penentuan Awal Syawal dengan Melihat Hilal
أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ أَبِي عُمَيْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمُومَةٍ لَهُ أَنَّ قَوْمًا رَأَوْا الْهِلَالَ فَأَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يُفْطِرُوا بَعْدَ مَا ارْتَفَعَ النَّهَارُ وَأَنْ يَخْرُجُوا إِلَى الْعِيدِ مِنْ الْغَدِ
Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin 'Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr dari Abu 'Umair bin Anas dari bibinya, bahwa ada suatu kaum yang melihat hilal (masuknya bulan Syawal), lalu mereka datang kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam. Kemudian beliau Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam memerintahkan mereka untuk berbuka puasa setelah hari agak siang dan keluar ke tempat shalat Id (hari raya) besoknya.
HR An Nasai 1539
Poin Penting
- Penentuan Idul Fitri berdasarkan rukyatul hilal (melihat bulan)
- Setelah terlihat hilal, diperbolehkan berbuka pada hari itu juga
- Sholat Id dilaksanakan keesokan harinya
Mandi Sebelum Berangkat Sholat Id
حَدَّثَنَا جُبَارَةُ بْنُ الْمُغَلِّسِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ تَمِيمٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى
Telah menceritakan kepada kami Jubarah Al Mughallis berkata, telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Tamim dari Maimun bin Mihran dari Ibnu Abbas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mandi pada hari raya iedul Fitri dan iedul Adha."
HR Ibnu Majah
Waktu Mandi
Dianjurkan mandi sebelum berangkat ke tempat sholat Id.
Hukum Mandi
Mandi sunnah (mandi ta'zimi) sangat dianjurkan.
Berjalan Kaki Menuju Tempat Sholat Id
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَعْدِ بْنِ عَمَّارِ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Sa'd bin 'Ammar bin Sa'd berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku dari Bapaknya dari Kakeknya berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berangkat menuju shalat ied dengan berjalan, demikian juga ketika kembali."
HR Ibnu Majah
Keutamaan: Berjalan kaki ke masjid memiliki keutamaan besar. Namun, jika jaraknya jauh, diperbolehkan menggunakan kendaraan.
Tidak Ada Adzan dan Iqomah
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَهَنَّادٌ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ سِمَاكٍ يَعْنِي ابْنَ حَرْبٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ الْعِيدَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah dan Hannan, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari Simak yaitu Ibnu Harb dari Jabir bin Samurah berkata; aku shalat ied bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak hanya satu kali dan tidak pula dua kali, tanpa ada adzan dan iqomat.
HR Muslim
Catatan Penting: Sholat Id tidak disertai adzan maupun iqomah. Imam langsung memulai sholat dengan takbiratul ihram.
Sholat Dahulu, Baru Kemudian Khutbah
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَمُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ يَوْمَ الْفِطْرِ فَصَلَّى فَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ خَطَبَ النَّاسَ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dan Muhammad bin Bakr keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku 'Atha` dari Jabir bin Abdullah dia berkata; sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri pada hari raya fithri, lalu beliau mengerjakan shalat, beliau memulai shalat sebelum berkhutbah, setelah itu barulah beliau berkhutbah di hadapan manusia.
HR Abu Dawud 964
Urutan yang Benar
- Sholat 2 rakaat
- Khutbah
- Silaturahmi
Bedanya dengan Jumat
Sholat Jumat: Khutbah dulu, baru sholat.
Sholat Id: Sholat dulu, baru khutbah.
Tidak Ada Sholat Sunnah Sebelum dan Setelah
حَدَّثَنَا أَبُو عَمَّارٍ الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ أَبَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصٍ وَهُوَ ابْنُ عُمَرَ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ خَرَجَ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَلَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا وَذَكَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَهُ
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amar Al Husain bin Huraits telah menceritakan kepada kami Waki' dari Aban bin Abdullah Al Bajali dari Abu Bakar bin Hafsh dia adalah Ibnu Umar bin Sa'ad bin Abu Waqash, dari Ibnu Umar bahwa dia keluar (menuju tempat shalat) pada hari raya id, dengan tidak mengerjakan shalat sebelumnya maupun setelahnya. Dia menyebutkan bahwa Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan seperti itu.
HR At Tirmidzi 494 - Hadits Hasan Shahih
Keterangan: Tidak ada sholat sunnah rawatib (qabliyah maupun ba'diyah) untuk sholat Idul Fitri. Namun, jika sholat Id dilaksanakan di masjid, diperbolehkan sholat tahiyatul masjid.
Jumlah Takbir: 7 dan 5
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّائِفِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّكْبِيرُ فِي الْفِطْرِ سَبْعٌ فِي الْأُولَى وَخَمْسٌ فِي الْآخِرَةِ وَالْقِرَاءَةُ بَعْدَهُمَا كِلْتَيْهِمَا
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Al Mu'tamir dia berkata; aku mendengar Abdullah bin Abdurrahman Ath Thaifi menceritakan dari Amru bin Syu'aib dari ayahnya dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: takbir pada waktu shalat Iedul fithri tujuh kali pada rakaat pertama dan lima pada rakaat terakhir dan bacaan AlQur'an setelah itu semua.
HR Abu Dawud 971
Tata Cara Pelaksanaan:
Rakaat Pertama:
Takbiratul ihram, kemudian 6 kali takbir tambahan. Setelah setiap takbir, angkat tangan. Baru kemudian membaca Al-Fatihah dan surat.
Rakaat Kedua:
Setelah bangkit dari ruku' pertama, 5 kali takbir, kemudian membaca Al-Fatihah dan surat.
Ringkasan Tata Cara Sholat Idul Fitri
Sebelum Sholat:
- ✓ Mandi sunnah
- ✓ Berjalan kaki (jika mampu)
- ✓ Membaca takbir di perjalanan
Pelaksanaan Sholat:
- ✓ Tanpa adzan dan iqomah
- ✓ 7 takbir di rakaat pertama
- ✓ 5 takbir di rakaat kedua
- ✓ Khutbah setelah sholat
