Membangun Harapan dari Rutan: Konsistensi LDII Enrekang dalam Pembinaan Spiritual
Di balik dinding kokoh Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Enrekang, sebuah transformasi batin tengah berlangsung. Para mubalig dari LDII Kabupaten Enrekang secara rutin menyambangi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memberikan suntikan rohani. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah ini menjadi oase spiritual bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
Ketua DPD LDII Enrekang, Herman Syah, mengungkapkan bahwa program pembinaan ini bukanlah agenda baru, melainkan komitmen berkelanjutan yang telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2017. Baginya, dakwah adalah jembatan untuk memperbaiki moral tanpa memandang latar belakang seseorang.
“Dakwah merupakan tanggung jawab moral yang harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga binaan yang tengah menjalani masa pidana,”
Herman menekankan bahwa pondasi agama yang kuat adalah kunci utama bagi para warga binaan agar tidak kehilangan arah. Melalui pembinaan spiritual yang intensif, diharapkan muncul kesadaran internal untuk memperbaiki diri secara totalitas.
“Kami ingin warga binaan memiliki bekal agama yang kuat agar saat kembali ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik,”
Kurikulum Pembinaan: Dari Tilawati hingga Praktik Ibadah
Kegiatan pengajian ini dilaksanakan secara terprogram setiap minggunya, biasanya pada hari Rabu atau Kamis. Materi yang disampaikan pun dirancang secara komprehensif agar menyentuh aspek teoretis maupun praktis dalam beribadah. Herman menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya bersifat satu arah.
“Materi pengajian tidak sebatas ceramah keagamaan. Para mubalig LDII memberikan pembelajaran bacaan Al Quran metode tilawati, praktik tata cara sholat jenazah, serta penguatan pemahaman dasar-dasar ibadah,”
Selain aspek hukum Islam, para warga binaan juga dibekali dengan pendidikan karakter. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab menjadi materi esensial dalam setiap pertemuan. Harapannya, pemahaman agama ini dapat menjadi benteng bagi mereka setelah menghirup udara bebas nantinya.
“Dengan bekal pemahaman agama yang baik, warga binaan diharapkan memiliki kontrol diri yang lebih kuat dan tidak kembali terjerumus dalam tindak kriminal setelah bebas,”
Sinergi Strategis Demi Transformasi SDM
Pihak Rutan Kelas IIB Enrekang memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi LDII sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini dinilai sangat efektif dalam mendukung program asimilasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemasyarakatan. Sinergi antara lembaga keagamaan dan institusi negara ini bahkan diproyeksikan dapat menjadi model percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.
Melalui konsistensi dakwah yang inklusif ini, LDII Enrekang membuktikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan kedua untuk berubah. Program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi yang harmonis dapat melahirkan harapan baru, memastikan bahwa masa pembinaan di balik jeruji benar-benar menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih produktif dan religius bagi para warga binaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.