Sinergi Pemerintah dan Lembaga Keagamaan dalam Penutupan Safari Ramadan 1447 H
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ubaidah Kertosono mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dalam agenda penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Acara yang berlangsung pada Senin (16/3/2026) ini menjadi momen krusial untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran birokrasi dan masyarakat di penghujung bulan suci Ramadan.
Kehadiran pimpinan tertinggi daerah, yakni Bupati Nganjuk H. Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Tri Handy Saputra, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), memberikan sinyal positif mengenai kedekatan pemerintah dengan institusi pendidikan keagamaan. Kegiatan yang awalnya direncanakan di 20 titik ini mengalami perluasan jangkauan sebagai bentuk antusiasme pemerintah dalam menyapa warganya.
“Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Awalnya kegiatan tersebut direncanakan digelar di 20 kecamatan, namun ditambah satu lokasi di Kecamatan Kertosono sehingga total menjadi 21 titik,” jelas Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.
Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menekankan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menguraikan setidaknya terdapat tiga tujuan utama dari kegiatan ini. Pertama, sebagai kanal sosialisasi program strategis pemerintah daerah agar masyarakat memahami capaian dan arah kebijakan pembangunan ke depan.
“Kami menyampaikan sosialisasi program pemerintah supaya masyarakat tahu persis apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” ujar Marhaen.
Kedua, kegiatan ini berfungsi sebagai forum untuk menyerap aspirasi secara langsung (bottom-up). Dengan berdialog langsung di lingkungan pondok pesantren, pemerintah berharap dapat memotret kebutuhan nyata masyarakat sehingga kebijakan yang diambil bersifat tepat sasaran dan inklusif bagi seluruh elemen, termasuk kalangan santri.
“Di sinilah tempat untuk berdiskusi, menyerap aspirasi masyarakat agar pemerintah dan masyarakat, khususnya pondok pesantren, bisa saling selaras,” tegas Marhaen.
Membangun Karakter Generasi Muda Melalui Kolaborasi Pendidikan
Selain aspek administratif dan politik, Safari Ramadan ini menjadi wadah untuk merefleksikan pentingnya pendidikan karakter. Bupati Nganjuk memberikan apresiasi tinggi terhadap peran pesantren dalam mendidik moralitas generasi muda. Menurutnya, pendidikan formal harus didampingi oleh pendidikan agama yang kuat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berintegritas.
“Pendidikan di pondok pesantren menjadi pelengkap bagi pendidikan umum, khususnya dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan, sehingga dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas,” tambah Marhaen Djumadi.
Beliau meyakini bahwa kolaborasi antara pengetahuan umum dan tradisi keagamaan adalah kunci kesuksesan pembangunan SDM di Kabupaten Nganjuk. Harmonisasi ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi.
Dekatkan Pelayanan Publik dan Jaminan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan pelayanan publik secara langsung di lokasi acara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta layanan kesehatan gratis dikerahkan untuk membantu warga sekitar dan para santri.
Hal ini sejalan dengan status Nganjuk yang telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), di mana akses kesehatan masyarakat telah dijamin melalui sistem asuransi BPJS Kesehatan. Kehadiran gerai layanan di lokasi Safari Ramadan bertujuan untuk memotong birokrasi agar masyarakat lebih mudah mengurus dokumen kependudukan seperti KTP dan KK.
“Di Nganjuk saat ini sudah Universal Health Coverage (UHC), seluruh masyarakat sudah diasuransikan melalui BPJS Kesehatan. Namun kami tetap menghadirkan pelayanan kesehatan dan dukcapil agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan, seperti pengurusan KTP maupun KK,” jelas Marhaen.
Sambutan Hangat dari Keluarga Besar Ponpes Al Ubaidah
Pihak tuan rumah, Pengasuh Ponpes Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas terpilihnya pesantren tersebut sebagai lokasi penutupan Safari Ramadan. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati secara langsung dianggap sebagai suntikan motivasi bagi seluruh pengurus dan santri.
“Tahun ini kami merasa sangat senang dan bangga karena dihadiri langsung oleh orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Nganjuk beserta jajaran pejabat lainnya,” ujar Habib Ubaidillah.
Beliau menegaskan bahwa keberadaan pondok pesantren tidak akan optimal tanpa dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah. Hubungan simbiosis mutualisme ini diharapkan terus berlanjut demi kemajuan umat dan bangsa.
“Kami tidak berdiri sendiri. Apa pun yang kami miliki akan terasa kecil jika tidak didukung oleh komponen lain, khususnya pemerintah setempat. Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan ukhuwah yang kuat. Para santri memahami bahwa Indonesia adalah negaranya dan harus didukung sepenuhnya,” pungkas Habib Ubaidillah Al Hasany.
Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar sinergi antara Pemkab Nganjuk dengan lembaga keagamaan seperti Ponpes Al Ubaidah terus terjaga, menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, dan sejahtera.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.