Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kondusivitas Wilayah
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tegalsari Timur kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun hubungan harmonis antarlembaga. Mengambil momentum bulan suci Ramadan, LDII menggelar agenda Buka Puasa Bersama yang dirangkaikan dengan Pembinaan Warga di Masjid Baitul Mu’minin, Tegalsari Timur. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara organisasi dakwah, TNI, dan jajaran Pemerintah Desa.
Hadir sebagai pemateri utama, Babinsa Serda Teguh Abdullah memberikan pembekalan mendalam mengenai pentingnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran unsur TNI di tengah warga LDII ini menjadi representasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis.
“Kami mengapresiasi langkah LDII yang membuka ruang kolaborasi ini. Keamanan dan kerukunan adalah tanggung jawab kolektif. Melalui momentum Ramadan, kita perkuat semangat gotong royong untuk menjaga lingkungan tetap aman dan kondusif,”
ujar Serda Teguh Abdullah saat memberikan arahan di hadapan para jamaah dan tokoh masyarakat.
Aksi Sosial dan Penguatan Karakter Masyarakat
Ketua PAC LDII Tegalsari Timur, Endro Prasetyo, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti TNI dan perangkat desa adalah prioritas utama organisasi. Selain pembinaan karakter, kegiatan ini juga diwarnai dengan aksi sosial kemanusiaan untuk menebar manfaat bagi sesama.
- Distribusi Takjil: Pembagian paket takjil gratis kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial.
- Pembinaan Kamtibmas: Edukasi ketaatan hukum dan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga.
- Sinergi Pemerintahan: Koordinasi aktif bersama Kadus Kedungsari, Ahmad Nasihin, guna memastikan program kerja organisasi selaras dengan kebijakan desa.
Melalui langkah kolaboratif ini, LDII Tegalsari Timur berharap hubungan yang telah terjalin dengan TNI dan Pemerintah Desa dapat terus terjaga secara berkesinambungan. Sinergitas ini diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang tinggi serta kepedulian sosial yang kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.
