Sinergi Kesehatan Masyarakat di Lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah
Sinergi antara lembaga pendidikan agama dan program kesehatan pemerintah menunjukkan perkembangan yang signifikan di Kota Kediri. Pada Senin, 9 Maret 2026, Pondok Pesantren Wali Barokah menjadi pusat perhatian seiring dengan dilaksanakannya program Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh Kelurahan Burengan. Kegiatan ini menarik minat para kader Posyandu dari Kelurahan Singonegaran untuk melakukan kunjungan belajar atau studi tiru.
Kunjungan strategis ini dilakukan untuk memperdalam pemahaman para kader mengenai tata kelola Posyandu 6 SPM. Dengan melihat langsung proses pelayanan di lapangan, para peserta diharapkan mampu mengadopsi sistem yang telah berjalan secara efektif di Kelurahan Burengan untuk diterapkan di wilayah masing-masing.
Komitmen Meningkatkan Standar Pelayanan Minimal
Dalam kunjungannya, Ketua TP-PKK Singonegaran, Indriani Wahyu Kusumawati, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pengelolaan kesehatan yang diterapkan. Ia mengakui bahwa program Posyandu 6 SPM di wilayahnya masih memerlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat berjalan maksimal.
“Pada hari ini kami dari Kelurahan Singonegaran mengadakan kunjungan ke Kelurahan Burengan untuk belajar bersama mengenai pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Harapannya, melalui kunjungan ini kami bisa mempelajari lebih dalam tentang program tersebut,”
Melalui sesi diskusi interaktif, para kader Singonegaran berkesempatan membedah teknis pelaksanaan program, mulai dari administrasi hingga pelayanan langsung kepada masyarakat. Hal ini menjadi krusial mengingat Posyandu merupakan garda terdepan dalam memantau kesehatan ibu dan anak di tingkat kelurahan.
Kolaborasi Positif untuk Kesejahteraan Warga
Di sisi lain, Ketua TP-PKK Burengan, Reni Pebrianti, menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan fasilitas yang memadai dan kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk pihak Pondok Pesantren Wali Barokah yang menyediakan tempat bagi keberlangsungan kegiatan sosial kesehatan ini.
Reni menegaskan bahwa berbagi pengalaman antarwilayah adalah kunci utama dalam pemerataan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjadi peningkatan kompetensi kader yang berujung pada pemberian manfaat maksimal bagi warga secara luas.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi dalam pengembangan inovasi kesehatan masyarakat. Dengan implementasi Posyandu 6 SPM yang lebih merata, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kediri, khususnya Kelurahan Burengan dan Singonegaran, dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.