LDII Kepri Pantau Hilal dari Menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam

LDII Kepri Pantau Hilal dari Menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam

Sinergi Lintas Sektoral dalam Pemantauan Hilal di Kota Batam

Tim Rukyatul Hilal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kepulauan Riau kembali menunjukkan kontribusi aktifnya dalam penentuan awal bulan Hijriah. Bertempat di Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, Kota Batam, tim ahli LDII melakukan pengamatan intensif pada Kamis (19/3/2026) sore.

Pemantauan yang dimulai sejak pukul 18.10 WIB ini melibatkan personel ahli dari LDII Kepri, di antaranya Haikal, Subandy, Khafid, dan M. Rasid Ridho. Untuk memastikan akurasi data visual, tim kali ini menggunakan perangkat teropong mandiri yang terkalibrasi dengan baik. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi astronomi Islam di lingkungan organisasi, sebagaimana yang sering dibahas dalam berbagai forum di LDII Sampit dan daerah lainnya.

Laporan Teknis BMKG dan Kriteria MABIMS

Agenda rukyatul hilal ini tidak hanya dihadiri oleh internal LDII, namun juga menjadi ajang sinergi lintas ormas dan instansi. Tampak hadir perwakilan dari Kantor Kemenag, BMKG, MUI, hingga perwakilan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan PERTI. Kehadiran Ketua DPD LDII Kota Batam juga mempertegas dukungan organisasi terhadap prosesi syar'i ini.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG, Bapak Ramlan, memberikan paparan mengenai posisi hilal berdasarkan metode hisab yang berada di rentang 0,9 hingga 3 derajat. Beliau menjelaskan bahwa secara teknis, kondisi elongasi saat ini masih berada di bawah ambang batas kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

"Sudut elongasi saat ini berada pada 4,25 hingga 6,01 derajat. Sesuai kesepakatan MABIMS, minimal adalah 6,4 derajat. Kemungkinan besar (hilal) belum terlihat secara teknis, namun kita tetap menjalankan metode rukyat dengan harapan ada yang melihat," ujar Ramlan selaku Kepala BMKG.

Kondisi Langit Batam dan Keputusan Pemerintah

Meskipun cuaca di sekitar Batuaji terpantau cukup cerah, keberadaan awan tebal di ufuk barat menjadi tantangan tersendiri bagi para perukyat. Fokus utama tim adalah melaporkan apa yang terpantau secara objektif dari lapangan untuk diteruskan sebagai bahan pertimbangan pada Sidang Isbat di tingkat pusat.

"Ada potensi perbedaan waktu, namun kebersamaan diharapkan tetap jalan. Kami hanya memberikan laporan hasil rukyat, sementara keputusan akhir ada di tangan Pemerintah RI," tegas Kepala Kantor Kemenag Batam.

Melalui pengamatan ini, LDII Kepri berkomitmen untuk terus mengedepankan objektivitas data ilmiah yang dipadukan dengan kepatuhan terhadap otoritas pemerintah. Laporan dari Menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini diharapkan dapat memperkaya data nasional dalam menetapkan awal bulan suci bagi umat Islam di Indonesia.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.

Lebih baru Lebih lama