Silaturahim Ramadhan: Upaya Meluruskan Benang yang Kusut
Momentum bulan suci Ramadhan 1447H menjadi sarana krusial untuk mempererat tali silaturahim antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di tanah air. Suasana hangat menyelimuti Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Jawa Timur saat menerima kunjungan Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU), KH Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab disapa Gus Aab, pada Kamis (12/3).
Pertemuan strategis ini tidak hanya sekadar kunjungan formal, melainkan ruang diskusi mendalam mengenai penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman aspirasi umat Islam di Indonesia. Gus Aab menekankan bahwa hakikat silaturahim memiliki makna spiritual yang mendalam bagi keharmonisan bangsa.
Bahasa menyambung itu adalah meluruskan benang yang kusut atau menggandengkan kembali sesuatu yang terkesan putus atau memang betul-betul putus. Itu sebetulnya hakikat silaturahim,
Beliau juga mengingatkan bahwa di tengah potensi kesalahpahaman akibat perbedaan arah kepentingan, setiap elemen umat wajib saling memahami agar semangat kebersamaan tetap terjaga.
Kolaborasi Strategis Antar-Ormas Islam
Dalam pandangannya, Gus Aab mengibaratkan kontribusi ormas-ormas Islam seperti berbagai unsur dalam sebuah bangunan yang kokoh. Beliau mengapresiasi spesialisasi masing-masing organisasi, mulai dari kekuatan pesantren NU, jaringan pendidikan Muhammadiyah, semangat dakwah Jamaah Tabligh, hingga warga LDII yang dikenal memiliki loyalitas serta komitmen organisasi yang tinggi dalam syiar.
Persoalan umat Islam di Indonesia ini tidak bisa diselesaikan oleh orang per orang atau ormas per ormas. Ini memerlukan sinergi dari seluruh potensi. Carilah sesuatu yang mempertemukan, jangan mencari sesuatu yang membedakan,
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPW LDII Jawa Timur, Bambang Raditya Purnomo, menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, pesan Gus Aab sangat selaras dengan visi LDII dalam membangun umat yang rukun dan sejuk.
Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas kunjungan Gus Aab. Kita tadi sama-sama mendengar bahwa kita perlu mencari persamaan yang bisa mempertemukan dan memperkecil perbedaan. Pada dasarnya kita sama-sama ingin membawa umat agar bisa hidup damai dan bahagia di dunia maupun akhirat,
Meneladani Harmonisasi dari Akar Rumput
Kedekatan ini rupanya telah mengakar kuat di tingkat lokal, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua DPW LDII Jatim sekaligus Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi. Baginya, sosok Gus Aab adalah figur ulama inklusif yang sering memberikan pencerahan langsung kepada warga LDII di Jember.
Bagi kami di Jember, Gus Aab bukan sosok yang asing. Beliau sudah beberapa kali hadir memberikan tausiyah di hadapan warga LDII Jember. Kehadiran beliau selalu membawa kesejukan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tingkat akar rumput,
Akhmad Malik menambahkan bahwa hubungan personal yang harmonis ini menjadi modal besar dalam menjaga kondusivitas umat di Jawa Timur.
Beliau adalah teladan dalam berkomunikasi lintas ormas. Hubungan personal yang baik ini menjadi modal besar bagi kami untuk bersama-sama menjaga kondusivitas umat, khususnya di wilayah Jember dan Jawa Timur pada umumnya.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengedepankan komunikasi yang konstruktif dan kolaborasi yang nyata demi mewujudkan masyarakat Islam yang kuat, bersatu, dan memberikan kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.