Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Budaya Kopi
Menyadari besarnya potensi industri kreatif saat ini, DPD LDII Kota Palopo mengambil langkah proaktif dalam membekali generasi mudanya dengan keterampilan wirausaha. Melalui Seminar Bisnis bertajuk “Basic Training Coffeeshop”, organisasi ini berupaya menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat DPD LDII Kota Palopo ini menjadi wadah bagi para milenial untuk mengeksplorasi peluang ekonomi di balik tren mengonsumsi kopi.
Seminar ini menghadirkan narasumber praktisi yang juga merupakan figur sukses dari internal LDII, yakni M. Arifin Prasetya. Sebagai founder Figura Kopi, Arifin membagikan perjalanan jatuh bangunnya membangun bisnis kopi dari nol. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa fenomena sosial saat ini telah mengubah fungsi kedai kopi menjadi ruang produktif yang bernilai ekonomi tinggi.
“Bisnis coffeeshop memiliki prospek menjanjikan di kalangan generasi muda saat ini. Tren konsumsi kopi yang terus meningkat, ditambah budaya nongkrong produktif di kalangan milenial, menjadi peluang ekonomi yang patut dimanfaatkan,”
Selain melihat dari sisi gaya hidup, Arifin menilai bahwa terjun ke dunia bisnis merupakan sarana efektif untuk melatih kemandirian finansial bagi anak muda sebelum memasuki fase kehidupan yang lebih kompleks.
“Kemandirian ekonomi sangat penting sebagai bekal mempersiapkan kehidupan berumah tangga di masa depan,”
Visi Pembinaan Generasi yang Komprehensif
Pembina Remaja LDII Kota Palopo, Mubarok Abubakar, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kurikulum pembinaan generasi muda yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek religiusitas, tetapi juga kecakapan hidup (life skills). Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis komunitas akan menciptakan ketahanan sosial yang lebih kuat di masa depan.
“Pembinaan generasi tidak cukup hanya pada aspek spiritual, tetapi juga harus menyentuh penguatan kapasitas ekonomi. Hal ini penting agar lahir generasi yang religius, profesional, dan mandiri,”
Di tengah tantangan era disrupsi digital, pembekalan keterampilan praktis seperti pengelolaan kedai kopi dianggap sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Usaha ini dinilai memiliki fleksibilitas tinggi dan modal yang relatif terjangkau bagi para pemula.
Melalui inisiatif ini, LDII Kota Palopo berharap dapat berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Dengan mencetak wirausahawan muda baru, diharapkan akan tercipta lapangan pekerjaan yang luas serta menggerakkan roda ekonomi lokal yang lebih dinamis dan berkelanjutan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.