Raja Istighfar, Penghulunya Permohonan Ampun kepada Allah SWT
Dakwah • Inspirasi Ibadah • Amalan Harian
Setiap manusia tak pernah luput dari salah dan khilaf. Dalam perjalanan hidup, ada lisan yang keliru, ada sikap yang berlebihan, ada hati yang lalai. Karena itulah Islam menghadirkan satu amalan luar biasa yang menjadi penghulunya permohonan ampun, yaitu Raja Istighfar.
Doa ini bukan sekadar rangkaian kalimat, melainkan pengakuan jujur seorang hamba kepada Rabb-nya: mengakui nikmat, mengakui dosa, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada ampunan Allah SWT.
Yuk baca, hafalkan, dan amalkan doa Raja Istighfar ini. Jadikan sebagai Pengalaman Rutin (PR) yang bisa menjadi amalan andalan dalam kehidupan sehari-hari.
Apa Itu Raja Istighfar?
Raja Istighfar atau Sayyidul Istighfar disebut sebagai istighfar paling utama karena kandungannya sangat lengkap. Di dalamnya terdapat tauhid, pengakuan sebagai hamba, kesungguhan memenuhi janji, permohonan perlindungan dari keburukan, pengakuan nikmat, dan pengakuan dosa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri yang menyebut doa ini sebagai penghulu istighfar, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat mulia Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu.
Lafaz Raja Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
Transliterasi:
Allohumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.
Keutamaan Dahsyat Raja Istighfar
Keutamaan doa ini sangat luar biasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan janji yang menenangkan hati bagi siapa saja yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan.
وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
Artinya: Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.
Jadikan Raja Istighfar sebagai PR Harian
Di tengah kesibukan dunia, Raja Istighfar bisa menjadi amalan sederhana namun berdampak besar. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi membutuhkan kehadiran hati.
- Dibaca pagi hari setelah shalat Subuh
- Dibaca malam hari sebelum tidur
- Dihafalkan dan direnungkan maknanya
- Dijadikan senjata taubat setiap hari
Jika istiqamah diamalkan, insyaAllah hati menjadi lebih lembut, jiwa lebih tenang, dan hidup terasa lebih terarah. Inilah doa yang bukan hanya dibaca, tetapi dihidupkan dalam sikap dan perilaku.
Raja Istighfar mengajarkan kita satu hal penting: jujur pada Allah, jujur pada diri sendiri, dan berharap penuh pada ampunan-Nya.
Semoga kita dimudahkan untuk menghafal, mengamalkan, dan istiqamah menjadikan Raja Istighfar sebagai amalan andalan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
