Ketika Kematian Datang Serta Merta dan Mendadak

Ketika Kematian Datang Serta Merta dan Mendadak

Refleksi Iman • Dakwah • Renungan Kehidupan

Jika ada manusia yang lahir ke dunia, lalu ia hidup, maka satu kepastian yang tidak bisa ditolak adalah kematian. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghindarinya. Kelahiran bisa dicatat jam dan tanggalnya, namun kematian adalah rahasia mutlak Allah SWT.

Kita sering merasa masih punya waktu. Masih ada hari esok, minggu depan, atau tahun-tahun panjang di depan. Padahal, kematian tidak pernah berjanji. Ia bisa datang kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun—bahkan tanpa isyarat sedikit pun sebelumnya.

Kematian mendadak sering kali bukan tentang kesiapan jasad, melainkan tentang kesiapan iman dan amal.

Datang Tanpa Tanda, Pergi Tanpa Janji

Kematian mendadak adalah kenyataan yang terus berulang di sekitar kita. Seseorang yang pagi hari masih beraktivitas seperti biasa, siang atau sore harinya telah kembali kepada Allah SWT.

Seperti yang terjadi pada Hj. Siti Rahimah, warga LDII di Sampit, yang wafat akibat kecelakaan lalu lintas pada Jumat siang (3/1) di Jalan Kenan Sandan, Sampit. Kejadian berlangsung begitu cepat, serba mendadak, dan tak pernah terlintas dalam bayangan siapa pun.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan warga sekitar. Namun di balik duka, tersimpan ibroh besar bagi kita yang masih diberi kesempatan bernafas di dunia.

Setiap Jiwa Pasti Merasakan Mati

Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia tentang kepastian kematian, agar hati tidak tertipu oleh panjang angan-angan dunia.

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ

(QS. Ali-Imran: 185) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran keberuntungan bukan panjang umur, bukan banyaknya harta, melainkan keselamatan akhirat.

Ajal Tidak Bisa Dimajukan atau Ditunda

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

(QS. Al-A’raf: 34) Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula memajukannya.

Tidak ada kecanggihan teknologi, kepintaran manusia, atau kekuatan apa pun yang mampu menunda ajal walau hanya satu detik.

Hidup adalah Ujian, Kematian adalah Kepulangan

كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةًۭ ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

(QS. Al-Anbiya: 35) Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, dan hanya kepada Kami kamu dikembalikan.

Hidup bukan sekadar menikmati nikmat, tetapi tentang bagaimana kita lulus dalam ujian iman, sabar, dan syukur.

Ibroh bagi yang Masih Diberi Kesempatan Hidup

Wafatnya seseorang secara mendadak adalah pengingat keras namun penuh kasih sayang dari Allah SWT. Bahwa kesempatan hidup adalah nikmat yang harus diisi dengan ibadah, taubat, dan taqarrub kepada Allah.

  • Jangan menunda taubat
  • Perbanyak istighfar dan dzikir
  • Jaga shalat dan akhlak
  • Perbaiki hubungan dengan sesama
Kematian mendadak mengajarkan satu hal penting: yang perlu disiapkan bukan hari tua, tetapi hari kembali.

Semoga wafatnya Hj. Siti Rahimah menjadi husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih siap ketika kematian datang—kapan pun dan bagaimana pun caranya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Lebih baru Lebih lama