Bak Roda Berputar: Menjemput Takdir dengan Ikhtiar, Doa, dan Iman
Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan dinamika. Bak roda berputar, terkadang kita merasakan hembusan angin di puncak kesuksesan, namun di saat lain kita harus merasakan kerasnya tanah di titik terbawah. Perubahan keadaan ini bukanlah tanpa alasan, melainkan bagian dari sunnatullah untuk menguji hamba-Nya.
Allah SWT berfirman mengenai perputaran zaman ini dalam Al-Qur'an:
(QS. Ali 'Imran: 140)
Ikhtiar dan Doa: Dua Sayap Menuju Ridho-Nya
Nasib kita siapalah yang tahu? Rahasia masa depan tersimpan rapat dalam Lauhul Mahfuzh. Namun, ketidaktahuan kita akan takdir bukanlah alasan untuk berdiam diri. Kita diperintah untuk berusaha, berikhtiar, dan berdoa secara maksimal.
Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika mereka sendiri tidak mau bergerak. Sebagaimana firman-Nya:
(QS. Ar-Ra'd: 11)
Setelah ikhtiar dilakukan, jangan pernah melupakan kekuatan doa. Doa adalah senjatanya orang beriman. Rasulullah SAW bersabda:
(HR. Tirmidzi)
Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Saat roda berada di bawah, godaan terbesar manusia adalah rasa putus asa. Padahal, bagi seorang mukmin, putus asa adalah hal yang sangat dilarang. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, meskipun seringkali mata manusia yang fana ini tidak mampu melihat hikmah di balik musibah.
Tetaplah tekun beribadah, khusyuk dalam shalat, dan luruskan niat hanya karena Allah SWT. Ketika kita mendekat kepada Allah, maka kesulitan sebesar apapun akan terasa ringan karena kita bersandar pada Dzat Yang Maha Besar.
Konsep 4 Roda Berputar
Agar roda kehidupan masyarakat tetap berjalan harmonis, Islam mengajarkan sinergi antar sesama:
-
1. Yang kuat membantu yang lemah
Sesuai hadis: "Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim). -
2. Yang bisa membantu yang tidak bisa
Keahlian adalah sedekah. Membantu orang lain dengan ilmu atau keterampilan adalah bentuk syukur atas nikmat akal. -
3. Yang ingat mengingatkan yang lupa
Sebagai pengingat bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa (Al-insanu mahallul khata’ wan nisyar). -
4. Yang salah dinasihati agar bertaubat
Sesuai prinsip Tashiyah (saling menasihati), ajaklah saudara kita kembali ke jalan Allah dengan lemah lembut (hikmah).
Hidup ini singkat, namun ujiannya beragam. Jangan sombong saat roda di atas, jangan tumbang saat roda di bawah. Selama kita memegang teguh tali agama Allah, maka setiap putaran roda kehidupan akan membawa kita semakin dekat dengan derajat muttaqin (orang yang bertakwa).
Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berikhtiar dan hati yang lapang untuk menerima setiap ketetapan-Nya. Amin.
