Ahmad Ali Riset Nasionalisme dan Dakwah LDII di UIN Raden Intan Lampung

<a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=Ahmad+Ali&bbid=3999798148527752148&bpid=7535002553429272713" data-preview>Ahmad Ali</a> Riset <a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=Nasionalisme+dan+Dakwah+LDII&bbid=3999798148527752148&bpid=7535002553429272713" data-preview>Nasionalisme dan Dakwah LDII</a> di <a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=UIN+Raden+Intan+Lampung&bbid=3999798148527752148&bpid=7535002553429272713" data-preview>UIN Raden Intan Lampung</a>

Ahmad Ali Riset Nasionalisme dan Dakwah LDII di UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung (10/1) – Cendekiawan Muslim Ahmad Ali bersilaturahim dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Abdul Syukur, dalam rangka melaksanakan riset bertajuk “Nasionalisme dan Dakwah LDII.

Pertemuan tersebut berlangsung di lingkungan UIN Raden Intan Lampung pada Rabu (31/12). Diskusi akademik ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data lapangan untuk kepentingan penulisan buku ketiga Ahmad Ali yang mengkaji peran LDII dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Riset Buku Ketiga tentang LDII

Ahmad Ali menjelaskan bahwa diskusi tersebut berfokus pada penguatan perspektif riset terkait nasionalisme dan praktik dakwah LDII. Menurutnya, kajian tersebut penting untuk melihat kontribusi dakwah Islam dalam menjaga nilai kebangsaan di Indonesia.

“Akan mengkaji nasionalisme dan praktik dakwah LDII dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya terus mengumpulkan data serta perspektif lapangan, untuk memperkaya kajian tersebut,” ujar Ahmad Ali.

Nasionalisme sebagai Perekat Bangsa

Sementara itu, Dekan FDIK UIN Raden Intan Lampung, Abdul Syukur, menjelaskan bahwa nasionalisme pada hakikatnya lahir dari kesamaan nasib, sejarah, cita-cita, dan tujuan suatu bangsa.

“Kesamaan tersebut menjadi perekat kuat yang menyatukan suatu bangsa untuk berjuang bersama demi kepentingan nasional,” imbuhnya.

Pergeseran Makna Nasionalisme di Era Modern

Abdul Syukur juga menekankan adanya pergeseran makna nasionalisme di era modern. Jika pada masa lalu nasionalisme tumbuh dari pengalaman penderitaan akibat penjajahan, saat ini nasionalisme berkembang dari kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Seluruh elemen bangsa, termasuk LDII, memiliki peran penting dalam merawat persatuan dan kebangsaan,” tegasnya.

Komitmen LDII Merawat Kebangsaan

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Lampung, M. Aditya, menyatakan komitmen LDII dalam mendukung penguatan nasionalisme di Indonesia.

“LDII lahir, tumbuh, dan mengabdi sepenuhnya di Indonesia. Sehingga, menjaga dan merawat bangsa adalah kewajiban bagi seluruh warga Indonesia,” tuturnya.

Riset yang dilakukan Ahmad Ali diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dan sosial dalam memperkuat pemahaman mengenai peran dakwah Islam, khususnya LDII, dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan di Indonesia.

Lebih baru Lebih lama