Logo & Tema HUT KOTIM 2026 — 73 Tahun: Sinergi & Kolaborasi Untuk Kotim Harati
Pemkab Kotawaringin Timur merilis logo dan tema resmi peringatan HUT ke-73 yang akan diperingati pada 7 Januari 2026. Puncak acara akan digelar di Stadion 29 November Sampit dengan seluruh jajaran mengenakan pakaian daerah khusus.
Makna & Unsur Visual Logo HUT Ke-73
Logo HUT Kotim ke-73 mempertahankan identitas lokal dengan ornamen khas Dayak. Beberapa unsur penting yang disorot antara lain:
- Ornamen Dayak "Gayung Birang" — memperkuat akar budaya dan estetika lokal Kabupaten Kotawaringin Timur.
- Burung Tingang — simbol yang melambangkan perdamaian, persatuan, dan kehidupan bersama.
- Anggrek Tebu — dipilih sebagai salah satu maskot daerah yang menegaskan kekayaan hayati dan potensi pariwisata lokal.
- Nur Mentaya — representasi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan dan penguatan pendapatan asli daerah (PAD).
Arti Tema: "Sinergi & Kolaborasi Untuk Kotim Harati"
Tema tahun ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor — pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan komunitas adat — untuk mendorong kesejahteraan lokal (Kotim Harati = Kotim Sejahtera/Harati sebagai kata lokal). Sinergi dan kolaborasi diharapkan mempercepat perputaran ekonomi, melestarikan budaya, dan memperkuat kebersamaan sosial.
Rencana Pelaksanaan & Etika Berpakaian
Menurut pengumuman resmi melalui akun Instagram Pemkab Kotim, upacara puncak akan:
- Digelar pada 7 Januari 2026 di Stadion 29 November Sampit.
- Seluruh jajaran Pemkab diwajibkan mengenakan pakaian daerah khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat.
- Pentas seni dan pameran produk lokal (UMKM & ekonomi kreatif) diperkirakan menjadi rangkaian kegiatan pendukung.
Persiapan Pemerintah & Masyarakat
Untuk menyukseskan perayaan, beberapa langkah persiapan yang biasa dilakukan:
- Koordinasi lintas OPD untuk pengamanan, kebersihan, dan logistik acara.
- Fasilitasi penampilan kesenian tradisional Dayak, pameran kerajinan, dan stan kuliner lokal.
- Penguatan promosi agar wisatawan domestik tertarik mengunjungi Sampit selama perayaan.
Pesan Penting untuk Publik
Perayaan HUT bukan sekadar seremoni — tetapi momen untuk memperkuat budaya, menggerakkan ekonomi lokal, dan merekatkan kebersamaan. Warga diimbau mengikuti protokol acara, menghormati kebudayaan, dan mendukung program pemberdayaan UMKM setempat.
