Guru SD Al Muttaqin Lamongan Tingkatkan Kompetensi: Pembelajaran HOTS untuk Siswa

LAMONGAN. Guru-guru SD Al Muttaqin Bandungsari mengikuti diklat Tes Kemampuan Akademik dan Pengembangan HOTS (Higher Order Thinking Skills) di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) pada Rabu (26/11), sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan memotivasi siswa.

Guru SD Al Muttaqin Dibekali Metode Pembelajaran Mendalam

Farena Athfa Nisa, salah satu guru SD Al Muttaqin Bandungsari, mengungkapkan bahwa diklat ini memberikan pengetahuan baru terkait implementasi metode pembelajaran mendalam (deep learning) serta transformasi pembelajaran di era baru.

"Kami siap untuk update pengetahuan demi anak didik dan pembelajaran yang bermutu," ucap Farena.

Farena menambahkan bahwa pembelajaran menekankan pada proses yang mendorong siswa untuk sadar penuh, merasa senang, dan termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga kemampuan berpikir kritis mereka dapat berkembang.

"Guru sebagai pembuka dan pembuka pengetahuan murid, selanjutnya memberikan dorongan motivasi agar peserta didik lebih terpacu untuk belajar," ujar Farena.

Ciptakan Pembelajaran Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

Menurut Farena, guru harus mampu menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) demi mewujudkan pendidikan yang bermutu.

Guru SD Al Muttaqin Ikuti Diklat HOTS

Siap Mengaplikasikan Ilmu untuk Siswa

Senada dengan Farena, Ma’rufah Nur Laili juga merasakan manfaat diklat ini sebagai tambahan ilmu dan metode pembelajaran untuk siswa.

"Saya siap untuk mengaplikasikan materi dari diklat hari ini," ucap Ma’rufah.

Harapan untuk Penerapan Pembelajaran Mendalam di Semua Jenjang

Kepala Sekolah SD Al Muttaqin Bandungsari, Ervina Eka Nur Fadilah, turut menyampaikan rasa senangnya atas pengalaman mengikuti diklat ini.

"Kami para guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menerapkan dan mengembangkan pengajaran yang menyenangkan sekaligus memotivasi ke anak didik kami dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah," ungkap Ervina.

Ervina berharap penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh peserta didik.

"Semoga semua guru di Yayasan Al Muttaqin, baik guru SD, TK atau PAUD juga bisa menerapkan pembelajaran mendalam ini, sehingga bisa tercipta suasana kelas yang tidak hanya memberi info tetapi juga bisa memberi perubahan dan menyenangkan," tutup Ervina.

(SuronoLINES Sukodadi)

Lebih baru Lebih lama