Sambutan Hari Guru Nasional 2025 – Upacara 10 November 2025


Sambutan Hari Guru Nasional 2025 – Upacara 10 November 2025

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Dan Salam Pancasila.

Yang saya hormati para guru, ustaz dan ustazah, dosen, tenaga pendidik, kepala sekolah dan madrasah, pembina pesantren, para pamong belajar, serta seluruh insan pendidikan yang berdiri teguh menjadi pilar peradaban bangsa.

Yang saya banggakan, para siswa, santri, mahasiswa, adik-adik penerus masa depan negeri, yang hadir dengan wajah penuh harapan dan semangat.

Izinkan saya, pada kesempatan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 ini, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Hari ini, 10 November 2025, kita berkumpul bukan hanya sebagai peserta upacara, tetapi sebagai bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia yang tidak akan pernah berhenti menempatkan guru sebagai cahaya yang menuntun langkah.


Menghargai Perjalanan Para Guru

Hari Guru Nasional selalu menjadi momen yang membawa kita pada kenangan—tentang kelas-kelas kecil yang panas namun penuh cinta, kapur yang mengikis hingga jari-jari menipis, senyum seorang guru ketika siswanya berhasil, dan kesabaran ketika siswanya masih tersandung.

Saya ingin mengajak kita semua memandang profesi guru bukan sebatas aktivitas mengajar di ruang kelas. Profesi ini adalah ibadah panjang, proses mendidik peradaban, dan bentuk pengabdian yang kadang tak sempat dihargai dunia pada waktunya.

Kita sering merayakan kesuksesan seseorang, tetapi lupa bahwa setiap keberhasilan selalu menyimpan nama guru di baliknya.

Guru adalah mereka yang datang paling awal, pulang paling akhir. Mereka yang tetap tersenyum meski beban administrasi menghampiri tanpa ampun. Mereka yang bekerja di antara tekanan kurikulum, tuntutan orang tua, dinamika murid, dan perubahan zaman yang tak pernah menunggu.

Namun dalam lelah itu, guru tetap memilih menjadi lentera. Dan lenteranya tak pernah padam.


Guru di Era Perubahan Besar

Tahun 2025 menjadi bukti bahwa dunia berubah dengan kecepatan yang sulit kita bayangkan. Teknologi berkembang, kecerdasan buatan mengisi ruang-ruang kehidupan, pekerjaan baru bermunculan, dan beberapa pekerjaan lama hilang.

Tetapi ada satu hal yang tidak berubah: Bangsa yang besar selalu berdiri di atas pundak para guru.

Meski platform pembelajaran digital makin canggih, AI makin pintar, internet makin luas, tetapi tidak ada algoritma yang mampu menggantikan ketulusan seorang guru saat membimbing muridnya menemukan jati diri.

Tidak ada aplikasi yang bisa menggantikan sentuhan emosi ketika guru memeluk siswa yang sedang goyah. Tidak ada robot yang mampu merangkul murid yang hampir menyerah.

Dan inilah alasan mengapa Hari Guru 2025 bukan hanya ritual tahunan. Ini adalah ruang refleksi nasional: Kita ingin pendidikan seperti apa? Dan bagaimana memastikan guru tetap menjadi jantungnya?


Kisah-Kisah yang Perlu Diceritakan

Izinkan saya menyampaikan sebuah kisah. Di sebuah desa kecil, jauh dari pusat kota, ada seorang guru yang setiap hari berjalan hampir tiga kilometer. Jalanan berlubang, sebagian masih tanah merah, dan ketika hujan, ia harus mengangkat sandal, menggulung ujung celana, dan tetap berjalan.

Kelasnya kecil. Papan tulisnya sudah berumur. Kapurnya kadang tinggal serpihan. Tetapi setiap ia tiba di sekolah, puluhan anak berdiri sambil tersenyum. “Selamat pagi, Bu Guru.” Dan di wajah sang guru, selalu muncul senyum yang sama: tulus, hangat, dan penuh cinta.

Ketika ditanya: “Bu, kenapa tidak pindah ke kota saja? Pasti lebih nyaman.” Ia menjawab sederhana:
“Kalau saya pindah, siapa yang mengajar anak-anak di sini?”

Kisah seperti ini bukan satu dua. Ribuan. Bahkan jutaan. Mereka bekerja dalam senyap, tanpa publikasi, tanpa kamera, tanpa viral. Tetapi merekalah benteng bangsa ini.


Peran Guru dalam Membentuk Karakter

Hari Guru bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang nilai. Tentang karakter. Tentang akhlak.

Guru mengajarkan kita bagaimana menjadi manusia. Guru membuat kita belajar tentang empati. Guru membuat kita paham arti tanggung jawab. Guru mengajarkan kita bahwa ilmu sejati bukan hanya angka-angka, tetapi budi pekerti.

Dan pendidikan karakter itu dimulai dari keteladanan. Karena murid tak selalu mengikuti apa yang guru katakan, tetapi mengikuti apa yang guru lakukan.


Tantangan Guru Masa Kini

Pada kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan bahwa menjadi guru di era modern bukan perkara mudah:

  • Menghadapi perubahan kurikulum yang cepat
  • Mengimbangi kecanggihan teknologi
  • Mendampingi murid yang terpapar informasi tanpa batas
  • Mengelola stres, tekanan administratif, serta ekspektasi publik
  • Menjaga mental dan ketahanan diri

Dan meski demikian, guru tidak pernah benar-benar berhenti. Mereka terus belajar, terus bertumbuh, terus memperbarui diri.


Menguatkan Kembali Komitmen Pendidikan

Saudara-saudara sekalian, Momentum Hari Guru Nasional 2025 ini adalah ajakan untuk memperbaiki cara pandang kita terhadap pendidikan.

Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum. Guru adalah manajer masa depan bangsa. Guru adalah pemahat pola pikir generasi. Guru adalah penanam benih keadaban.

Karena itu, guru harus disejahterakan, didukung, dan diberi ruang untuk berkembang. Tidak boleh ada guru yang merasa berjalan sendirian.


Pesan untuk Para Guru

Kepada seluruh guru di Indonesia, izinkan saya menyampaikan pesan ini:

Terima kasih. Terima kasih karena Anda memilih profesi yang tidak semua orang berani memilih. Terima kasih karena Anda bertahan meski tantangan datang bertubi-tubi. Terima kasih karena Anda mengajar dengan hati, mendidik dengan cinta, dan membimbing dengan kesabaran.

Bangsa ini berdiri karena Anda. Dan masa depan bangsa ini akan maju jika guru tetap kuat, tetap bersemangat, tetap menjadi pelita.


Pesan untuk Para Murid

Untuk para siswa dan santri yang hadir hari ini, saya ingin berpesan:

Hormatilah gurumu. Dengarkanlah nasihat mereka. Jangan segan bertanya, jangan ragu belajar, dan jangan lupa rendah hati.

Anda mungkin tidak mengerti sekarang mengapa guru begitu keras, begitu banyak aturan, begitu banyak tugas. Namun suatu hari, ketika Anda dewasa, Anda akan berkata:
“Ternyata guruku benar.”


Akhirnya, marilah kita jadikan Hari Guru Nasional 2025 sebagai momentum memperkuat komitmen kita terhadap pendidikan. Mari kita rawat guru-guru kita sebagaimana mereka merawat masa depan kita.

Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih atas segala dedikasi, pengorbanan, dan cinta yang telah Anda berikan untuk negeri ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Salam Pancasila.

Sambutan Hari Guru 2025 — PDF Base64

Sambutan Upacara Hari Guru Nasional 2025 — PDF

Klik tombol unduh di bawah untuk menyimpan PDF .

⬇️ Download PDF

Preview:

Lebih baru Lebih lama