Memahami Kewajiban Isteri terhadap Suami untuk Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah, dan Barokah

Memahami Kewajiban Isteri terhadap Suami untuk Membangun Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Keluarga muslim harmonis

Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan barokah merupakan dambaan setiap pasangan muslim. Keharmonisan dalam rumah tangga tidak hadir dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing. Di dalamnya terdapat peran suami sebagai pemimpin keluarga, dan isteri sebagai pendamping sekaligus penenang jiwa bagi suami dan anak-anak. Ketika masing-masing menjalankan amanahnya dengan baik, rumah tangga akan dipenuhi keberkahan dan ketentraman.

Pentingnya Kerukunan dalam Kehidupan Muslim

Islam menekankan pentingnya hidup rukun dan saling mencintai di antara sesama muslim. Kerukunan membawa kekuatan, ketentraman, kedamaian, dan kebahagiaan. Sebaliknya, perpecahan hanya menimbulkan kebencian, kerusakan hubungan, dan hilangnya keberkahan.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi, adalah seperti satu tubuh; apabila satu anggota sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan panas dan demam.”

Oleh itu, kaum muslimin wajib menjaga tali persaudaraan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Kebersamaan adalah rahmat, dan perpecahan adalah azab.

Kewajiban Isteri terhadap Suami

Allah telah menetapkan bahwa suami adalah pemimpin dalam rumah tangga, bukan untuk bersikap semena-mena, tetapi untuk menjaga, melindungi, dan membimbing keluarganya menuju kebaikan.

Allah berfirman:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
(QS. An-Nisa: 34)

Maka dari itu, kewajiban isteri antara lain:

  1. Taat kepada Suami dalam Hal yang Baik

    Seorang isteri hendaknya menghormati, memuliakan, dan menaati suaminya dalam urusan yang baik, bukan dalam kemaksiatan. Ketaatan ini merupakan wujud ketaatan kepada Allah.

    “Sebaik-baik perempuan adalah yang apabila engkau memandangnya, engkau merasa senang; apabila engkau memerintahkannya, ia taat; dan apabila engkau tidak ada, ia menjaga dirinya dan hartamu.”
  2. Menjaga Kehormatan Diri dan Rumah Tangga

    Isteri wajib menjaga dirinya dari perbuatan yang mencemari kehormatan keluarga. Ia tidak keluar rumah kecuali dengan izin suami, tidak membuka rahasia rumah tangga kepada orang lain, dan tidak menyebarkan aib keluarga melalui media sosial.

  3. Menjadi Penyemangat dan Penyejuk bagi Suami

    Isteri hendaknya menyambut suami dengan wajah manis, tutur kata lembut, serta suasana rumah yang nyaman. Sikap lembut dan penuh perhatian dapat menumbuhkan kasih sayang yang mendalam.

    “Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu kecuali akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya buruk.”
  4. Tidak Menolak Ajakan Suami dalam Hal yang Halal

    Apabila suami mengajak isterinya untuk berhubungan, maka hendaknya ia memenuhi dengan ikhlas. Menolak tanpa alasan syar’i dapat mendatangkan dosa dan menghilangkan keberkahan rumah tangga.

    “Apabila seorang isteri menolak ajakan suaminya ke tempat tidur tanpa alasan, maka malaikat melaknatnya hingga pagi.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

Keutamaan Isteri yang Salehah

Isteri yang menjaga shalat, puasa Ramadan, kehormatannya, dan menaati suaminya, dijanjikan kemuliaan besar:

“Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.”
(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang salehah.”

Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah tidak dibangun dengan harta, kecantikan, atau kemewahan. Ia tumbuh dari:

  • Kesadaran isteri dalam menaati suami
  • Sikap suami dalam membimbing dengan penuh kelembutan
  • Saling mengerti dan menutupi kekurangan
  • Sabar dalam menghadapi ujian
  • Saling memuliakan satu sama lain

Semoga Allah menjadikan kita dan keluarga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang rumah tangganya penuh keberkahan, kedamaian, dan diridhai oleh-Nya.

Lebih baru Lebih lama