Contoh doa yang khidmat — cocok untuk dijadikan naskah doa pada upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di sekolah, kampus, kantor pemerintahan, atau acara publik lainnya. Doa dapat dibacakan dalam konteks Islam; adaptasi untuk agama atau keyakinan lain dapat dilakukan sesuai kebutuhan acara.
Pengantar Singkat
Doa memiliki peran penting dalam upacara peringatan Hari Pahlawan: sebagai ungkapan syukur, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus pengingat agar generasi penerus melanjutkan nilai-nilai kepahlawanan—kejujuran, keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Berikut ini adalah naskah doa panjang yang disusun dengan bahasa formal dan khidmat, siap dibacakan oleh pembaca doa.
Naskah Doa untuk Upacara Hari Pahlawan 2025
Catatan pembaca: sebelum membacakan doa ini, ajak hadirin untuk menundukkan kepala dan menenangkan hati. Pembaca dapat menambahkan kalimat pembuka sesuai kebiasaan instansi.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai langit dan bumi, yang memberikan nikmat dan ujian kepada hamba-hamba-Mu. Pada hari ini, di hadapan saksi bangsa dan dalam suasana penuh khidmat memperingati Hari Pahlawan 2025, kami berkumpul dengan dada penuh syukur, mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan segala-galanya demi tegaknya kemerdekaan dan martabat tanah air kami.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa mereka, rahmatilah mereka dengan rahmat yang luas, lapangkanlah kuburnya, terimalah pengorbanan mereka sebagai amal yang Engkau terima. Jadikanlah mereka termasuk para pejuang yang Engkau muliakan di sisi-Mu. Engkau Maha Mengetahui segala niat, pengorbanan, dan kesetiaan mereka; karenanya lindungilah keluarga mereka, ringankanlah beban anak-cucu mereka, dan jadikanlah amal mereka sebagai penolong bagi kami yang masih hidup.
Ya Allah, tanamkanlah dalam jiwa kami semangat kepahlawanan yang luhur: keberanian dalam menegakkan kebenaran, pengorbanan untuk kebaikan bersama, jujur dalam tutur dan laku, serta tanggung jawab dalam mengemban amanah. Jangan jadikan semangat itu hanya retorika dalam pidato, tetapi jadikanlah ia nyata dalam tindakan kami sehari-hari—di keluarga, di lingkungan, di sekolah, dan di lembaga tempat kami bekerja.
Ya Allah, dalam zaman yang berbeda ini kami menghadapi berbagai tantangan modern: kemerosotan akhlak, penyebaran kebencian, fitnah, korupsi, kesenjangan sosial, dan jebakan budaya konsumtif yang melalaikan tanggung jawab. Berikanlah kami kekuatan untuk melawan segala bentuk kezaliman dan ketidakbenaran dengan cara yang bijak, tanpa melupakan adab dan akhlak mulia.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada pemimpin negeri ini kebijaksanaan, kejujuran, dan keberanian untuk menegakkan keadilan. Jadikan mereka pelayan rakyat yang amanah, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Berikan petunjuk kepada para pengambil kebijakan agar keputusan yang diambil membawa kesejahteraan, pendidikan, dan perlindungan bagi seluruh rakyat tanpa kecuali.
Ya Allah, muliakanlah para guru dan pendidik negeri ini yang tiada lelah membimbing generasi penerus. Jadikanlah mereka pemicu semangat ilmu dan akhlak yang akan melahirkan pemuda-pemudi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Bimbinglah tangan-tangan yang mendidik ini agar tetap sabar, ikhlas, dan kreatif dalam mendidik anak bangsa.
Ya Allah, bukakanlah pintu rezeki yang halal bagi keluarga para pahlawan dan seluruh keluarga bangsa. Ringankanlah beban mereka yang hidup dalam kesulitan. Jadikan kemampuan dan kecukupan harta kami sebagai sarana untuk saling menolong dan menebar kebaikan di negeri ini.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari sifat-sifat yang merusak persatuan: dengki, iri, fitnah, dan kebencian. Satukanlah hati kami dalam ukhuwah, persaudaraan, dan semangat kebangsaan. Kuatkanlah tali persatuan kami sehingga perbedaan suku, agama, ras, dan golongan menjadi kekayaan yang memperkaya, bukan sumber perpecahan.
Ya Allah, tanamkanlah dalam dada kami rasa cinta tanah air yang tulus, yang diwujudkan dengan kerja keras, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. Jadikan kami insan yang berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa—baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, seni, maupun dalam tugas-tugas sosial kemasyarakatan.
Ya Allah, ajarkan kami untuk menghargai sejarah dan jasa para pendahulu. Jadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai pelajaran yang membentuk karakter, bukan sekadar cerita masa lalu. Semoga setiap monumen dan nama pahlawan yang terukir di tanah air ini mengingatkan kami akan tugas suci untuk menjaga kemerdekaan dan meneruskan cita-cita luhur mereka.
Ya Allah, ampunilah jika kami lalai, tegurlah kami dengan hikmah, dan tuntunlah kami kepada jalan yang Engkau cintai. Jadikan hati kami penuh rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, dan jadikan tangan kami terulur untuk menebar manfaat bagi sesama. Berikanlah kepada kami keberanian moral untuk menolak segala bentuk penindasan dan ketidakadilan.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar. Subhana Rabbika Rabbil 'izzati 'amma yashifun. Wasalamun 'alal mursalin. Walhamdulillahi Rabbil 'alamin.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
Petunjuk Bacaan dan Adaptasi
- Doa ini ditulis dalam format Islam; apabila acara multi-agama, bagian doa dapat disesuaikan atau diganti dengan doa sesuai keyakinan masing-masing peserta.
- Pembaca doa disarankan membaca dengan khidmat, tempo lambat, dan jeda antar paragraf untuk memberi ruang refleksi bagi peserta upacara.
- Untuk pembacaan resmi di instansi pemerintahan atau sekolah, cetak naskah ini pada kertas doa sehingga pembaca tidak perlu menghafal keseluruhan teks.
Semoga naskah doa upacara hari pahlawan 2025 ini membantu menghadirkan suasana khidmat dan bermakna pada upacara peringatan. Dengan mendoakan para pahlawan dan berkomitmen meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka, kita ikut menjaga amanah kemerdekaan bagi generasi yang akan datang.

