LDII Pringsewu dan Kemenag Bersinergi Tingkatkan Kompetensi Dai untuk Dakwah Moderat

Pringsewu. Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pringsewu berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pringsewu menggelar "Pelatihan Dai dan Guru Ngaji" yang diikuti 118 peserta. Acara ini bertujuan meningkatkan kompetensi para dai dalam mewujudkan dakwah yang moderat dan mencerahkan umat.

Sinergi LDII dan Kemenag Pringsewu Perkuat Dakwah Moderat

Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Marwansyah, mengapresiasi sinergi antara LDII dan pemerintah daerah.

“Terima kasih pada LDII Pringsewu yang terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Marwansyah, yang juga menjabat Plt Kepala Kantor Kemenag Pringsewu, menekankan bahwa peran dai sejalan dengan Asta Cita Presiden.

“Untuk mewujudkan masyarakat yang rukun dan cerdas, menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Tiga Kunci Utama: Rukun, Maslahat, Cerdas

Marwansyah menjelaskan tiga kata kunci penting dalam berdakwah.

“Tiga kata kunci ini, ditujukan untuk semua agama di Indonesia. Diharapkan, kata kunci ini, bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Marwansyah.

Ia juga berpesan agar para dai melaksanakan kaderisasi, khususnya di kalangan generasi muda.

“Khususnya di kalangan generasi muda, yang harus didorong ikut berdakwah, dengan cara yang relevan pada kondisi saat ini. Namun tetap memegang teguh konsep dasar agama,” tambah Marwansyah.

LDII Lampung Dukung Penguatan Dakwah dan Kerukunan

Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi, menegaskan dukungan LDII terhadap nilai-nilai penguatan dakwah.

“Kami juga mendorong upaya menjaga kerukunan dan ekoteologi,” imbuhnya.

Selain Al-Quran dan Al-Hadis, umat juga perlu diajarkan mencintai lingkungan dan memperkuat toleransi.

“Saya berpesan, untuk para dai dan guru ngaji, pegang teguh nilai kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan selalu menjaga kearifan lokal,” pesannya.

Komitmen LDII dalam Pembinaan Umat di Era Digital

Ketua DPD LDII Pringsewu, Dian Arif Rahman, menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah wujud komitmen LDII dalam membina umat melalui peningkatan kompetensi dai.

“Khususnya untuk menghadapi tantangan di era digital. Diperlukan bimbingan keagamaan yang benar, moderat dan menyejukkan,” tuturnya.

LDII mengedepankan dakwah yang menyejukkan dan mencerahkan melalui program pembinaan 29 karakter luhur.

“Selanjutnya, melalui kerja sama dengan Kemenag ini, kami berkomitmen menerapkan standar dan pedoman yang semakin baik, terkait dengan metode dakwah, materi pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama,” tutupnya.

Lebih baru Lebih lama