
Pemalang. LDII Sokawati menginisiasi aksi bersih-bersih drainase yang melibatkan warga dan pemuda Desa Sukowati, Ampelgading, pada Minggu (16/11). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap curah hujan tinggi dan potensi masalah lingkungan yang mengintai.
Warga Bersatu Padu Bersihkan Selokan
Puluhan warga terjun langsung membersihkan sampah non-organik, dedaunan, dan lumpur yang menyumbat selokan utama. Aksi gotong royong ini dimulai sejak pagi dan menyasar titik-titik rawan penyempitan aliran air. Hasilnya, air kembali mengalir lancar setelah pembersihan.
LDII Sokawati: Jaga Lingkungan, Tekan Risiko Penyakit
Ketua PAC LDII Sokawati, Muhammad Nurul Fatah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan di musim hujan.
“Kalau saluran air tersumbat, genangan mudah muncul dan bisa memunculkan bibit penyakit. Kami ingin lingkungan tetap aman bagi warga,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kepedulian sosial antar generasi.
Antisipasi DBD: Kebersihan Pangkal Kesehatan
Selain banjir, warga juga mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Genangan air kotor di selokan menjadi sarang ideal bagi nyamuk Aedes aegypti. Fatah menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah kunci pencegahan.
“Kalau selokan bersih, jentik nyamuk bisa ditekan. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kesehatan keluarga,” katanya.
Apresiasi dari DPD LDII Pemalang
Ketua DPD LDII Kabupaten Pemalang, Agus Sarwono, mengapresiasi inisiatif PAC LDII Sokawati. Ia menilai gerakan ini sejalan dengan program LDII dalam membangun kepedulian lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan masyarakat bisa bergerak tanpa menunggu instruksi. LDII mendorong setiap PAC menginisiasi kegiatan yang bermanfaat langsung,” ujarnya.
LDII Pemalang: Edukasi Lingkungan untuk Generasi Muda
Agus Sarwono menegaskan komitmen LDII Pemalang untuk terus memotivasi warga menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi lingkungan bagi generasi muda.
“Anak muda LDII perlu memahami persoalan lingkungan dari hulunya. Mereka harus belajar melihat masalah, menganalisis, lalu bergerak. Ini bekal penting untuk masa depan,” ujarnya.