
Surabaya. DPW LDII Jawa Timur menyerukan agar semangat kepahlawanan tidak hanya menjadi seremoni belaka, melainkan diimplementasikan dalam tindakan nyata. Hal ini disampaikan saat menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di Monumen Tugu Pahlawan, Surabaya (10/11).
LDII Jatim Dorong Generasi Muda Teladani Pahlawan
Ketua DPW LDII Jawa Timur, Moch. Amrodji Konawi, menekankan pentingnya meneladani semangat pahlawan dengan membangun generasi yang berwawasan luas dan tangguh.
“Semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dikenang setiap peringatan Hari Pahlawan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing demi kemajuan daerah dan bangsa,” jelasnya.
Fokus pada Inovasi dan Kontribusi Nyata
Amrodji menambahkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan pahlawan melalui inovasi, kerja keras, dan kontribusi nyata di berbagai bidang.
“Kita harus terus berinovasi, mandiri, dan berperan aktif dalam menggerakkan sektor-sektor strategis, terutama ekonomi rakyat dan UMKM. Dari tangan-tangan kreatif anak bangsa, Jawa Timur bisa menjadi Gerbang Baru Nusantara, pusat pertumbuhan ekonomi dan peradaban yang berdaya saing,” jelasnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan kontribusi masing-masing bagi kemajuan Jawa Timur dan Indonesia.
“Setiap profesi, sekecil apa pun perannya, bisa menjadi ladang perjuangan jika dilakukan dengan keikhlasan dan tanggung jawab. Inilah esensi kepahlawanan masa kini,” tegasnya.
Pemprov Jatim Ajak Perkuat Tekad Bangun Daerah
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, selaku inspektur upacara, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat tekad membangun Jawa Timur yang maju dan sejahtera.
“Sebagai provinsi yang telah berusia 80 tahun, Jawa Timur terus menunjukkan ketangguhan dan daya juang luar biasa. Perjuangan para pahlawan yang dahulu menegakkan kemerdekaan kini kita lanjutkan dalam bentuk perjuangan membangun kesejahteraan,” ujarnya.
Tantangan Masa Kini: Kemiskinan hingga Disintegrasi
Emil menjelaskan bahwa tantangan saat ini berbeda dengan masa lalu. Musuh bangsa bukan lagi penjajah, melainkan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, disinformasi, dan ancaman disintegrasi bangsa.
“Setiap warga negara memiliki peran sebagai pahlawan di bidangnya masing-masing, mulai dari guru, tenaga kesehatan, petani, wirausaha, hingga generasi muda pencipta inovasi. Guru yang mencerdaskan bangsa, tenaga kesehatan yang menolong jiwa, petani yang menyiapkan pangan, dan wirausaha yang membuka lapangan kerja, semuanya adalah pahlawan masa kini,” tutur Emil.
Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk menundukkan kepala mengenang jasa para pahlawan.
“Jangan biarkan semangat para pahlawan berhenti di buku sejarah. Mari kita hidupkan dalam tindakan, pengabdian, dan cinta kita kepada negeri ini,” tutupnya.