Kadang cinta datang seperti angin: lembut, hangat, namun tidak selalu bertemu pada tempat yang sama. Ada kalanya engkau mencintai seseorang dengan tulus, tetapi ia tidak merasakan hal yang sama. Lamaran ditolak. Perhatianmu tak dianggap. Doa-doamu tak bertemu dengan takdir yang kamu harapkan.
Di titik inilah hati sering rapuh. “Kenapa bukan dia? Kenapa hatiku jatuh padanya, tapi bukan aku yang dipilih untuk menemani hidupnya?”
Namun Islam mengajarkan sesuatu yang jauh lebih indah: bahwa takdir Allah tidak pernah salah alamat. Terkadang penolakan bukan kehancuran, tetapi perlindungan. Ketika cinta bertepuk sebelah tangan, jangan putus asa—karena bisa jadi Allah sedang menyingkirkan seseorang yang tidak baik untukmu, agar engkau bertemu jiwa yang benar-benar pantas untukmu.
Allah Menciptakan Makhluk Berpasang-Pasangan
Dalam Al-Qur’an, Allah sudah menegaskan bahwa segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Artinya, tidak ada manusia yang Allah biarkan sendirian tanpa potensi jodoh.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan, agar kamu mengingat (kebesaran Allah).” (QS. Adz-Dzariyat: 49)
Ayat ini menjadi penenang: jodoh itu ada. Ia sedang berjalan mendekat, meski tidak selalu melalui orang yang saat ini kamu cintai.
Dalam ayat lain, Allah menegaskan tujuan diciptakannya pasangan hidup:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya…” (QS. Ar-Rum: 21)
Jadi, jika seseorang tidak membuatmu tenang, tidak menerimamu, atau tidak bisa bersamamu, mungkin memang bukan dia yang Allah siapkan sebagai sumber ketenanganmu.
Menikah adalah Sunah Rasulullah SAW
Islam memandang pernikahan sebagai ibadah yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:
“Nikah itu adalah sunnahku. Barang siapa membenci sunnahku maka ia bukan bagian dari golonganku.” (HR. Ibnu Majah)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menyarankan untuk segera menikah bagi yang sudah mampu:
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu, maka menikahlah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, pernikahan bukan sekadar urusan hati, tetapi ibadah menuju ketenangan, keberkahan, dan kesucian hidup.
Memilih Jodoh: Dahulukan Agamanya
Dalam memilih pasangan, Islam memberi standar yang sangat jelas. Bukan fisik. Bukan harta. Bukan popularitas. Tetapi agama.
Rasulullah SAW bersabda:
“Wanita dinikahi karena empat hal: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jodoh yang beragama membawa ketenangan dunia dan akhirat. Jodoh yang miskin agama akan membuat rumah tangga penuh kegelisahan.
Maka bisa jadi, orang yang kamu cintai bukanlah yang terbaik untukmu dari sisi agama maupun masa depan. Penolakan bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah agar engkau tidak salah langkah.
Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Tidak mudah menerima kenyataan bahwa lamaran ditolak. Tidak ringan menelan pahitnya cinta yang tak dibalas. Tetapi ingatlah, Allah tidak pernah menutup pintu tanpa menyiapkan pintu lain yang lebih indah.
Kadang engkau mencintai seseorang dengan sepenuh hati, namun ia bukan jalan surgamu. Kadang engkau berharap seseorang menjadi pasanganmu, namun Allah tahu bahwa jalan bersamanya justru akan melukai masa depanmu.
Saat cintamu bertepuk sebelah tangan, lakukan tiga hal:
1. Terima takdir dengan lapang dada
Allah lebih tahu isi hati manusia dan masa depan yang tidak engkau lihat. Penolakan bukan kehancuran—itu perlindungan. Bersabar dan istirja'
2. Perbaiki diri, karena jodoh mencerminkan diri
Seperti kata para ulama: “Lelaki baik untuk wanita baik. Wanita baik untuk lelaki baik.” Ini sesuai firman Allah:
“Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.” (QS. An-Nur: 26)
3. Terus berharap pada Allah, bukan pada manusia
Karena hati manusia berubah, sementara Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bersabar.
Jangan Putus Asa, Jodohmu Sedang Allah Siapkan
Suatu hari nanti, engkau akan mengerti kenapa hubungan dengan si dia tidak berlanjut. Suatu hari engkau akan tersenyum dan berkata:
“Ternyata apa yang dulu kupaksa, bukan yang terbaik untukku. Dan apa yang dulu kupasrahkan, justru menjadi hadiah terindah dari Allah.”
Tetaplah percaya bahwa Allah tidak pernah meninggalkanmu. Jodohmu sedang Allah susun dengan penuh kasih sayang. Seseorang yang akan mencintaimu bukan hanya dengan perasaan, tetapi dengan iman, tanggung jawab, dan ketulusan.
Jika hari ini cintamu bertepuk sebelah tangan, yakinlah: itu bukan akhir cerita. Itu hanya tanda bahwa Allah menyiapkan cinta yang lebih baik dari apa yang kamu minta.
Teruslah berdoa, teruslah memperbaiki diri, dan teruslah percaya. Karena jodoh yang baik selalu datang pada waktu yang tepat.


