SAMPIT – Suasana upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar DPD LDII Kotawaringin Timur semakin semarak dengan penampilan pesilat cilik dari PERSINAS ASAD. Bertempat di halaman Kantor Sekretariat LDII Kotim, Minggu (17/8/2025), para pesilat menampilkan gerakan jurus pencak silat penuh kekompakan dan semangat nasionalisme.
Pelestarian Budaya Pencak Silat
Selaku pembimbing seni pencak silat, Cak Rudiansyah menegaskan bahwa pencak silat adalah tradisi asli budaya Indonesia yang wajib dilestarikan. Menurutnya, keterlibatan anak-anak usia dini dalam latihan ekstrakurikuler sangat penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan leluhur bangsa.
Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter
Sebagai sekolah naungan LDII Kotim, TK dan SD Baitul Ilmi Sampit menjadikan olahraga sebagai prioritas unggulan. Salah satu fokusnya adalah ekstrakurikuler pencak silat yang dibina langsung oleh Pengcab PERSINAS ASAD Kotim. Dengan sinergi ini, anak-anak tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga mengasah mental, spiritual, dan sportivitas.
Sinergi Pendidikan dan Bela Diri
Kegiatan ini sejalan dengan program LDII yang terus mendorong pembinaan generasi muda agar berkarakter religius, mandiri, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Kolaborasi sekolah dan organisasi pencak silat menjadi bentuk nyata pembinaan generasi emas Indonesia di masa depan.
Penampilan pesilat cilik ini disambut meriah oleh peserta upacara dan warga yang hadir. Selain menjadi hiburan, atraksi pencak silat tersebut juga menumbuhkan kesadaran pentingnya melestarikan budaya nasional. Harapannya, dukungan dari orang tua, sekolah, hingga pemerintah daerah dapat terus memperkuat eksistensi pencak silat di Kotim.
Peringatan HUT RI bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperkuat identitas bangsa. Melalui pencak silat, anak-anak belajar mencintai tanah air sekaligus menjaga budaya luhur Indonesia agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.
%


