Ibu-Ibu LDII Sampit Semangat Mengikuti Upacara HUT RI 17 Agustus 2025

<a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=Ibu-Ibu+LDII+Sampit&bbid=3999798148527752148&bpid=905791884676828345" data-preview>Ibu-Ibu LDII Sampit</a> Semangat Mengikuti Upacara HUT RI 17 Agustus 2025

SAMPITDPD LDII Kabupaten Kotawaringin Timur menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2025. Bertempat di halaman Kantor Sekretariat LDII Kotim jalan Gunung SlametSampit, acara dimulai pukul 06.30 WIB.

Semangat Warga LDII Sampit

Acara ini diikuti oleh berbagai kalangan warga LDII, mulai dari usia muda hingga dewasa, khususnya yang berdomisili di Sampit. Tidak ketinggalan para wanita LDII dengan penuh semangat hadir mengikuti upacara bendera tersebut.

Peran Strategis Wanita LDII

Selain sebagai peserta, wanita LDII juga diberi kesempatan menjadi petugas upacara. Di antaranya, Ny Rospendi sebagai Pembawa Acara dan Oktaviana sebagai Dirigen yang memimpin menyanyikan lagu kebangsaan.

"Peranan wanita dalam sebuah organisasi sangat penting dan strategis."

Kiprah Ibu-Ibu dalam Kegiatan

Tidak hanya berperan di lapangan upacara, ibu-ibu LDII juga bertugas menyiapkan konsumsi dan sarapan pagi bagi seluruh peserta upacara. Hal ini menunjukkan bahwa wanita LDII mampu berkontribusi ganda, baik dalam kegiatan formal maupun dalam pelayanan sosial.

Makna Nasionalisme dan Kebersamaan

Upacara bendera yang dilaksanakan LDII Kotim ini menjadi bukti nyata semangat nasionalisme, kebersamaan, serta peran aktif wanita LDII dalam menjaga nilai luhur kemerdekaan dan persatuan bangsa.

Peranan Wanita dalam Organisasi

Dalam sebuah organisasi, keberadaan wanita tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka memiliki peran strategis yang melengkapi kontribusi kaum pria. Di LDII, ibu-ibu tidak hanya berperan sebagai pendukung, tetapi juga sebagai penggerak, inovator, sekaligus motivator.

1. Peran sebagai Penggerak

Wanita LDII berperan aktif menggerakkan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Kehadiran mereka memberi energi baru dalam menjalankan program kerja, baik di tingkat lingkungan, kecamatan, maupun kabupaten.

2. Peran sebagai Pendidik

Peranan wanita sangat vital dalam pembinaan generasi muda. Ibu-ibu LDII berkontribusi dalam menanamkan nilai moral, akhlak mulia, serta semangat kebangsaan kepada anak-anak sejak dini, sehingga tercipta generasi yang unggul dan berkarakter.

3. Peran dalam Konsolidasi Organisasi

Wanita LDII juga berperan menjaga keharmonisan organisasi. Dengan sifat keibuan dan ketelatenan, mereka mampu merangkul anggota, menyatukan perbedaan, serta menguatkan rasa persaudaraan antarwarga LDII.

4. Peran dalam Kemandirian Ekonomi

Banyak ibu-ibu LDII yang aktif di sektor UMKM, keterampilan rumah tangga, serta usaha produktif lainnya. Hal ini menjadi penopang kemandirian ekonomi keluarga sekaligus mendukung program pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah.

5. Peran dalam Kebersamaan Sosial

Selain aktif dalam kegiatan organisasi, wanita LDII juga terlibat dalam aksi sosial seperti kerja bakti, gotong royong, hingga program kesehatan masyarakat. Kontribusi ini memperkuat hubungan LDII dengan masyarakat luas.

Keterlibatan ibu-ibu LDII Sampit dalam upacara bendera HUT RI ke-80 bukan hanya sebatas seremonial, tetapi juga simbol nyata peranan wanita dalam menjaga nasionalisme dan memperkuat organisasi. Semangat mereka menjadi inspirasi bahwa peran wanita sangat penting dalam membangun bangsa, organisasi, dan keluarga.

Lebih baru Lebih lama