Newborn Photo Baby: Peluang Bisnis di Tengah Kompetisi Usaha yang Kian Ketat

Newborn Photo Baby: Peluang Bisnis di Tengah Kompetisi Usaha yang Kian Ketat


Siapa bilang menjadi ibu rumah tangga tidak bisa berbisnis? Buktinya, Setiawati, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, berhasil membuka usaha jasa foto bayi lahir yang cukup laris di daerahnya. Bagaimana kisahnya?

Setiawati mengaku awalnya tidak memiliki latar belakang atau minat khusus di bidang fotografi. Namun, ia selalu tertarik untuk mengabadikan momen-momen berharga bersama keluarga dan teman-temannya. Ia pun mulai belajar ilmu fotografi pemula dari berbagai sumber, seperti buku, internet, dan kursus online.

“Awalnya saya cuma iseng-iseng belajar fotografi, karena saya suka lihat foto-foto yang bagus dan artistik. Saya pikir, kenapa saya tidak coba bikin foto seperti itu juga? Saya pun mulai mencari tahu cara-cara mengambil foto yang baik, mulai dari teknik, komposisi, pencahayaan, hingga editing,” kata Setiawati.

Setelah merasa cukup percaya diri dengan kemampuan fotografinya, Setiawati pun mencoba untuk menawarkan jasa foto bayi lahir kepada teman-temannya yang baru melahirkan. Ia menawarkan harga yang terjangkau dan hasil yang berkualitas. Tidak disangka, jasa foto bayi lahirnya mendapat sambutan yang baik dari para ibu muda.

“Alhamdulillah, banyak yang suka dengan hasil foto saya. Mereka bilang foto-foto saya bisa menangkap ekspresi dan emosi bayi dengan baik. Saya juga selalu berusaha untuk membuat suasana yang nyaman dan aman bagi bayi dan orang tuanya saat sesi foto. Saya juga memberikan pelayanan yang ramah dan profesional,” ujar Setiawati.

Setiawati mengatakan bahwa usaha jasa foto bayi lahir ini merupakan peluang bisnis yang menjanjikan di tengah kompetisi usaha yang kian berkembang. Menurutnya, banyak orang tua yang ingin mengabadikan momen spesial ketika anak mereka baru lahir. Selain itu, usaha ini juga tidak membutuhkan modal yang besar.

“Modal utama saya adalah kamera, lensa, tripod, dan laptop. Saya juga membeli beberapa aksesori seperti bantal, selimut, topi, dan kostum lucu untuk bayi. Saya tidak perlu menyewa studio atau tempat khusus, karena saya menggunakan ruangan di rumah saya sendiri,” jelas Setiawati.

Setiawati mengaku bahwa usaha jasa foto bayi lahir ini tidak mengganggu aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga. Ia tetap bisa mengurus rumah dan anak-anaknya dengan baik. Ia juga mendapat dukungan penuh dari suami dan keluarganya.

“Saya sangat bersyukur bisa menjalankan usaha ini. Selain bisa menyalurkan hobi saya, saya juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga. Saya juga senang bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain melalui foto-foto yang saya buat,” tutur Setiawati.

Setiawati berharap usaha jasa foto bayi lahirnya bisa terus berkembang dan dikenal oleh banyak orang. Ia juga ingin terus belajar dan meningkatkan kualitas fotografinya agar bisa memberikan hasil yang lebih baik lagi kepada kliennya.

“Saya masih banyak belajar dan mencari inspirasi dari fotografer-fotografer profesional lainnya. Saya juga selalu mendengarkan masukan dan saran dari klien saya agar bisa memperbaiki kekurangan saya. Saya berharap usaha saya bisa bermanfaat bagi banyak orang dan menjadi ladang pahala bagi saya,” ucap Setiawati.


Newborn Photo Baby: Peluang Bisnis di Tengah Kompetisi Usaha yang Kian Ketat


Setiawati tidak hanya mengandalkan mulut ke mulut untuk mempromosikan usaha jasa foto bayi lahirnya. Ia juga aktif menggunakan media sosial untuk menampilkan hasil foto-fotonya kepada publik. Ia memiliki akun Facebook dengan nama Setiawati Sedjati ( link https://shorturl.at/jkORW ) yang ia gunakan untuk berinteraksi dengan klien dan calon klien.

“Media sosial sangat membantu saya untuk memperluas jangkauan pasar saya. Saya bisa menunjukkan portofolio saya kepada orang-orang yang mungkin belum pernah mendengar tentang usaha saya. Saya juga bisa mendapatkan feedback dan testimoni dari klien saya yang puas dengan hasil foto saya,” ungkap Setiawati.

Setiawati mengatakan, ia selalu berusaha untuk mengunggah foto-foto terbaru dan terbaiknya di akun Facebooknya. Ia juga memberikan informasi tentang harga, paket, dan kontak yang bisa dihubungi oleh calon klien. Ia juga sering mengadakan promo dan giveaway untuk menarik minat orang-orang.

“Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan engagement di media sosial adalah dengan mengadakan promo dan giveaway. Misalnya, saya pernah memberikan diskon 50% untuk 10 orang pertama yang memesan jasa foto bayi lahir saya. Atau, bisa juga misalnya dengan mengadakan kontes foto bayi terlucu yang hadiahnya adalah sesi foto gratis,” cerita Setiawati.

Setiawati mengaku, ia tidak sendirian dalam menjalankan usaha jasa foto bayi lahirnya. Ia juga dibantu oleh beberapa teman dan relasinya yang memiliki keahlian di bidang fotografi, desain grafis, dan pemasaran online. Ia mengatakan, kerjasama tim sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi usaha.

“Saya bersyukur memiliki teman-teman yang mau membantu saya. Mereka juga memiliki passion di bidang fotografi dan ingin belajar bersama-sama. Kami saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta saling memberikan masukan dan saran. Kami juga saling mendukung dan memotivasi satu sama lain,” ucap Setiawati.

Setiawati mengatakan, ia juga terbuka untuk menerima saran dari para senior atau fotografer profesional lainnya yang lebih berpengalaman. Ia mengaku, ia masih banyak kekurangan dan ingin terus belajar untuk memperbaiki diri. Ia berharap, usaha jasa foto bayi lahirnya bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya yang ingin berwirausaha.

“Saya sangat menghargai saran dari para senior atau fotografer profesional lainnya yang lebih berpengalaman. Saya yakin mereka memiliki banyak tips dan trik yang bisa saya pelajari. Saya juga ingin berbagi pengalaman saya dengan ibu-ibu rumah tangga lainnya yang ingin berwirausaha. Saya ingin menyampaikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha dan berdoa,” tutup Setiawati.

Post a Comment

Previous Post Next Post