pengajian akhir tahun ldii


SEMARANG - Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Semarang mengikuti pengajian akhir tahun bersama Ketua MUI Kota Semarang Prof M Erfan Subahar, di Masjid Al Wali, Jl Fatmawati Ketileng Semarang pada Sabtu (31/12/22).

Dalam kesempatan tersebut Prof Erfan, mengawali dengan ungkapan syukur kepada Allah karena telah memberikan hidayah dengan ketauhidan dan agama yang benar. Menurutnya, hidayah tersebut adalah masuk dalam agama Islam. Yakni, sebagai agama yang jelas dan pemperjelaskan siapa penciptanya. Kemudian, menjelaskan siapa tuhan, bahkan siapa yang menjadikan dunia ini.

“Mari kita ajak menerawang sedikit pada masa di mana masing-masing kita belum ada, tetapi dunia sudah ada. Dan sebelum adanya dunia, tapi sudah ada yang Maha Ada yaitu Allah Rabbul alamin,” katanya.

Kata Prof Erfan, setelah meciptakan makhluk dalam beberapa dekada, kemudian Allah menciptakan makhluk yang disebut manusia dengan keturunan hingga sekarang.

“Manusia itu diciptakan dari satu yaitu Nabi Adam AS kemudian Ibu Hawa. Dari keduanya, Ibu Hawa melahirlah 40 kali yang masing ada sepasang yaitu laki-laki dan perempuan, sehingga manusia awal jumlah ada 82 orang,” katanya.

Karena itu, menurut Prof Erfan, manusia dilahirkan dalam umatan wahidah atau umat yang satu, sehingga manusia dilahirkan dalam satu tata aturan, yaitu agama tauhid. Hal itu sesuai dengan surat Al Mu’minun ayat 23.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Semarang H Suhindoyo P, menyampaikan, kegiatan pengajian akhir tahun digelar bagi generasi muda secara serentak di beberapa masjid LDII.

Yaitu, di Masjid Al Wali Ketileng, Masjid Sirathal Mustaqim Manyaran, dan Masjid Baitul Muis Pedalangan Banyumanik.

“Pengajian akhir tahun ini bukan berarti untuk menyambut tahun baru. Namun kegiatan ini bertujuan agar anak-anak generasi muda tidak salah langkah dalam menghadapi tahun baru, seperti yang sering ditemukan di luar dengan hura-hura dan acara yang kurang terpuji,” kata dia.

Wakil Ketua LDII Kota Semarang Yenusaro, menambahkan, dalam acara tersebut anak-anak remaja diajak untuk bertafakur bersama sembari diisi dengan game dan kuis positif.

 “Kegiatan dibuat fun semacam gathering dengan game-game dan kuis menarik. Kemudian diakhiri dengan tahajud bersama,” kata dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut dimaksudkan pula untuk penguatan tri sukses bagi generasi muda LDII. Yaitu, pemahaman ilmu agama sejak dini, berbudi pekerti luhur (akhlakul karimah), dan melatih jiwa kemandirian.