DPW LDII Jawa Timur dan UPBJJ Universitas Terbuka (UT) Surabaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengimplementasikan klaster pendidikan dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) Profesional Religius, Sabtu (26/11).   Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengatakan kerjasama LDII dengan UT Surabaya sebuah kabar yang dinanti-nanti keluarga besar LDII di wilayah Jawa Timur.  “Untuk menjawab sebuah kebutuhan DPD LDII Kabupaten/Kota yang menaungi pondok pesantren (Ponpes). Para santri bisa mondok tanpa meninggalkan dunia pendidikan, karena kuliah di UT bisa dilakukan mandiri dan jarak jauh,” tuturnya.  Seperti di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Ponpes yang bekerjasama DPP LDII itu setiap bulannya meluluskan sedikitnya 800 mubaligh/mubalighoh, kemudian ditugaskan ke Pimpinan Cabang (PC)-Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII seluruh Indonesia.  “Dengan kesempatan ini, para mubaligh/mubalighoh yang sebagian besar lulusan SMA pada masa pengabdian bisa melanjutkan kuliah. Tugas kami, akan menyosialisasikan pada pengasuh Ponpes dan para santri,” katanya.  KH Amrodji menyampaikan harapannya kepada para santri, ”Ini harapan kami semua yaitu menjadi mubaligh/mubalighoh yang sarjana, sarjana yang mubaligh/mubalighoh.”  LDII menyiapkan SDM Profesional Religius yang memiliki target pembinaan generasi penerus sesuai dengan amanah dan harapan para ulama-dewan penasehat, yakni mencetak generasi yang alim faqih, berakhlakul karimah dan mandiri.  “Bagi kami dunia pendidikan sangat penting. Maka dari itu memajukan pendidikan juga menjadi tugas kami (LDII) sebagai organisasi kemasyarakatan Islam,” terangnya.  LDII dalam hasil keputusan MUNAS IX/2021 di Jakarta, mencanangkan program delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Delapan klaster program tersebut di dalamnya termasuk dunia pendidikan.  Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi memberikan cinderamata pada Kepala UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti seusai penandatangan MoU di Kantor DPW LDII Jatim. Dok: LINES. Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi memberikan cinderamata pada Kepala UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti seusai penandatangan MoU di Kantor DPW LDII Jatim. Dok: LINES. Sementara itu, Kepala UPBJJ-UT Surabaya  Dr Suparti mengungkapkan perasaannya bisa menjalin kerjasama dengan LDII Jawa Timur. Sebab universitas terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang bisa diikuti oleh siapapun.  “LDII, baik pengurus Pusat, Wilayah maupun yang Daerah, termasuk santri-santrinya, kami yakin kompetensinya masih sangat mungkin untuk ditingkatkan karena fleksibilitas yang dimiliki oleh UT. Insha Allah UT mampu memberikan fasilitas kepada LDII,” ujarnya.  Ia mengungkapkan, kerjasama LDII-UT Surabaya bukan sekedar kemudahan bahwa bisa kuliah kemudian menjadi sarjana. Akan tetapi UT Surabaya memberi fasilitas pada warga LDII, santri dan mubaligh/mubalighoh yang memiliki keterbatasan.  UT Surabaya dengan keunggulannya menerapkan sistem belajar mandiri, terbuka, jarak jauh atau non tutorial tatap muka (Non-TTM). Kantor UT pun tersebar di kota-kota seluruh Indonesia.  “Bagi mahasiswa UT meski berpindah-pindah domisili, tetap bisa kuliah jarak jauh. Nah fleksibilitas ini bisa (kami) berikan kepada warga LDII. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik karena kami pun punya program Diploma, S1, S2, S3. Kami yakin warga LDII sangat bersemangat untuk belajar,” ujarnya.  UT Surabaya memfasilitasi siapapun yang ingin meningkatkan kompetensi di perguruan tinggi, tanpa memandang agama dan golongan.  “Jadi belajar itu kan wajib hukumnya mulai di dalam kandungan sampai masuk ke liang lahat. Kami yakin LDII juga menerapkan prinsip yang sama. Mudah-mudahan UT mampu memberikan manfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kesejahteraan kita semuanya,” pungkasnya.  Penandatangan MoU dilakukan di Kantor DPW LDII Jawa Timur dengan disaksikan DPD LDII Kabupaten/Kota secara hibrid. Turut hadir pula Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono Habib Ubaidillah Alhasany dan Pengurus Ponpes Wali Barokah Kediri H Hariyono Ichsan.


SURABAYA. DPW LDII Jawa Timur dan UPBJJ Universitas Terbuka (UT) Surabaya menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengimplementasikan klaster pendidikan dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) Profesional Religius, Sabtu (26/11).

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengatakan kerjasama LDII dengan UT Surabaya sebuah kabar yang dinanti-nanti keluarga besar LDII di wilayah Jawa Timur.

“Untuk menjawab sebuah kebutuhan DPD LDII Kabupaten/Kota yang menaungi pondok pesantren (Ponpes). Para santri bisa mondok tanpa meninggalkan dunia pendidikan, karena kuliah di UT bisa dilakukan mandiri dan jarak jauh,” tuturnya.

Seperti di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Ponpes yang bekerjasama DPP LDII itu setiap bulannya meluluskan sedikitnya 800 mubaligh/mubalighoh, kemudian ditugaskan ke Pimpinan Cabang (PC)-Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII seluruh Indonesia.

“Dengan kesempatan ini, para mubaligh/mubalighoh yang sebagian besar lulusan SMA pada masa pengabdian bisa melanjutkan kuliah. Tugas kami, akan menyosialisasikan pada pengasuh Ponpes dan para santri,” katanya.

KH Amrodji menyampaikan harapannya kepada para santri, ”Ini harapan kami semua yaitu menjadi mubaligh/mubalighoh yang sarjana, sarjana yang mubaligh/mubalighoh.”

LDII menyiapkan SDM Profesional Religius yang memiliki target pembinaan generasi penerus sesuai dengan amanah dan harapan para ulama-dewan penasehat, yakni mencetak generasi yang alim faqih, berakhlakul karimah dan mandiri.

“Bagi kami dunia pendidikan sangat penting. Maka dari itu memajukan pendidikan juga menjadi tugas kami (LDII) sebagai organisasi kemasyarakatan Islam,” terangnya.

LDII dalam hasil keputusan MUNAS IX/2021 di Jakarta, mencanangkan program delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Delapan klaster program tersebut di dalamnya termasuk dunia pendidikan.

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi memberikan cinderamata pada Kepala UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti seusai penandatangan MoU di Kantor DPW LDII Jatim. Dok: LINES.

Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi memberikan cinderamata pada Kepala UPBJJ-UT Surabaya Dr Suparti seusai penandatangan MoU di Kantor DPW LDII Jatim. Dok: LINES.

Sementara itu, Kepala UPBJJ-UT Surabaya  Dr Suparti mengungkapkan perasaannya bisa menjalin kerjasama dengan LDII Jawa Timur. Sebab universitas terbuka adalah perguruan tinggi negeri yang bisa diikuti oleh siapapun.

“LDII, baik pengurus Pusat, Wilayah maupun yang Daerah, termasuk santri-santrinya, kami yakin kompetensinya masih sangat mungkin untuk ditingkatkan karena fleksibilitas yang dimiliki oleh UT. Insha Allah UT mampu memberikan fasilitas kepada LDII,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kerjasama LDII-UT Surabaya bukan sekedar kemudahan bahwa bisa kuliah kemudian menjadi sarjana. Akan tetapi UT Surabaya memberi fasilitas pada warga LDII, santri dan mubaligh/mubalighoh yang memiliki keterbatasan.

UT Surabaya dengan keunggulannya menerapkan sistem belajar mandiri, terbuka, jarak jauh atau non tutorial tatap muka (Non-TTM). Kantor UT pun tersebar di kota-kota seluruh Indonesia.

“Bagi mahasiswa UT meski berpindah-pindah domisili, tetap bisa kuliah jarak jauh. Nah fleksibilitas ini bisa (kami) berikan kepada warga LDII. Mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik karena kami pun punya program Diploma, S1, S2, S3. Kami yakin warga LDII sangat bersemangat untuk belajar,” ujarnya.

UT Surabaya memfasilitasi siapapun yang ingin meningkatkan kompetensi di perguruan tinggi, tanpa memandang agama dan golongan.

“Jadi belajar itu kan wajib hukumnya mulai di dalam kandungan sampai masuk ke liang lahat. Kami yakin LDII juga menerapkan prinsip yang sama. Mudah-mudahan UT mampu memberikan manfaat untuk kemajuan bangsa dan negara kesejahteraan kita semuanya,” pungkasnya.

Penandatangan MoU dilakukan di Kantor DPW LDII Jawa Timur dengan disaksikan DPD LDII Kabupaten/Kota secara hibrid. Turut hadir pula Pengasuh Ponpes Al Ubaidah Kertosono Habib Ubaidillah Alhasany dan Pengurus Ponpes Wali Barokah Kediri H Hariyono Ichsan.