Patut Ditiru! Lestarikan Budaya Jawa, SD Burengan 3 Kota Kediri Rutin Pakai Surjan 2 Kali Sebulan


Kediri (16/12).  Jawa dikenal memiliki budaya adiluhung yang harus dijaga kelestariannya. Mulai dari tutur kata, perbuatan hingga hampir keseluruhan budayanya. Kultur Budaya Jawa menempatkan nilai rasa dan perasaan ( roso dan pangroso ) sebagai dasar pertimbangan dalam bertindak. 

Salah satunya adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Burengan 3 Kota Kediri. Secara rutin semua Guru dan siswa memakai pakaian Surjan dan berbahasa jawa 2 kali dalam satu bulan.

“Setiap hari jumat di minggu ke 2 dan 4, kami wajibkan memakai pakaian Surjan dan berbahasa jawa lewat Aplikasi Pembelajaran Bahasa Krama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk melestarikan budaya jawa dari mulai pakaian dan bahasa yang mulai dilupakan oleh orang jawa sendiri.

“Diharapkan dengan berpakaian dan berbahasa jawa, nilai-nilai budaya tata krama orang jawa yang terkenal halus, sopan dan cinta tanah air ini melekat pada warga SDN Burengan 3,” harapnya.

Selaras dengan itu, Komite SDN Burengan 3 yang sekaligus Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Lukman Efendi mendukung kebijakan sekolah tersebut yang berusaha melestarikan budaya orang jawa.

“Memang pakaian dan berbahasa jawa diperlukan dalam rangka pengenalan, pembinaan, dan pengembangan kebudayaan nasional, serta untuk melestarikan kebudayaan Jawa Timur, terutama Kota Kediri,” ujarnya.

“Semoga kegiatan ini menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya jawa dan mampu menjadikan generasi yang berakhlak mulia sesuai dengan yang kita harapkan serta meningkatkan rasa “handarbeni” budaya Jawa sebagai budaya leluhur,” pungkasnya.