Workshop Pembentukan Forkom UB Dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Bangsa

 Workshop Pembentukan Forkom UB Dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Bangsa

Jakarta (31/10). Sekretaris Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya mengungkapkan, pentingnya pembentukan Forum Komunikasi Usaha Bersama (Forkom UB) untuk membantu percepatan pertumbuhannya di tiap provinsi.

Hal tersebut ia katakan dalam acara ‘Workshop Pembentukan Forkom UB Dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Bangsa’, yang diselenggarakan oleh Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPP LDII, pada Sabtu (29/10).

Dody yang pernah menjabat sebagai President Director & CEO PT Bakrie Power mengatakan, pembentukan Forkom UB butuh waktu yang cukup panjang. “Forkom UB ini dapat berjalan baik tentunya melalui proses yang panjang, dan sesuai dengan arahan Dewan Penasehat DPP LDII pada 2019, kemudian tindak lanjut dari Temu Nasional UB tahun 2022 dan beberapa kegiatan lainnya,” ucapnya.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid itu, dihelat di aula Kantor DPP LDII Jakarta. Para pesertanya adalah para pengurus Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) DPP LDII, Biro EPM DPW LDII se-Indonesia, serta Tim Pembina Usaha Bersama (TPUB), UB naungan LDII se-Indonesia.

Menurut Dody, pertumbuhan dan pengurus UB saat ini belum merata. Untuk itu perlu adanya pembentukan Forum Komunikasi UB di tiap provinsi. “Untuk mempercepat perkembangan dan pertumbuhan UB serta untuk memudahkan koordinasi, saling bagi pengalaman. Termasuk sharing session antar UB daerah maka perlu di bentuk forum komunikasi UB di masing-masing provinsi,” tuturnya.

Lebih jauh Dody menjelaskan, pembentukan Forkom UB bertujuan untuk meningkatkan kinerja UB di provinsi masing-masing dan meningkatkan performa UB. “Dan target yang diharapkan tentunya setiap DPW itu sudah bisa membentuk FORKOM UB, dan ditarget oleh panitia paling lambat bulan Juni 2023 atau semester satu di tahun depan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua EPM Arie Wibisono menjelaskan UB merupakan unit ekonomi grassroots atau kalangan masyarakat menengah ke bawah. “Sektor ekonomi Indonesia 85 persen didominasi ekonomi UMKM, dan UMKM ini merupakan salah satu yang bisa bertahan di tengah krisis moneter. Sehingga kita perlu menghidupkan kembali UMKM yang ada di lingkungan LDII di tingkat PC dan PAC,” jelasnya.

Menurut Arie, resesi ekonomi akibat perang Rusia dan Ukraina berdampak pula pada stabilitas ekonomi dunia termasuk Indonesia. “Inflasi energi merupakan salah satu yg terdampak resesi perang Rusia Ukraina, namun kendati demikian sektor UMKM tidak terpengaruh. Namun UB masih terus berjalan ekonominya, pelaksana, serta pengurusnya. Dan itu menjadi kontribusi bagi ekonomi negara kita,” ucap Arie.

Sebagai kontribusi lanjutan, DPP LDII akan bekerjasama dengan UB dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang ada di tiap provinsi sebagai pemberdayaan ekonomi syariah. “Sebagai langkah awal kami akan mempersiapkan generasi muda kita untuk mandiri yaitu, dengan memberikan pembekalan-pembekalan, keterampilan, maupun keahlian, dan entrepreneurship,” ucapnya.

Lebih jauh lagi, Arie akan menghidupkan kembali ekonomi syariah dalam hal ini KSPPS atau biasa kita sebut dengan BMT dengan memberikan bimbingan, pelatihan, bahkan kami kerja sama dengan MUI untuk sertifikasi Dewan Syariah Nasional,” tutupnya. (Aryani/Lines).

0 Komentar