LDII juga melakukan literasi kepada masyarakat tentang fiqih lingkungan bersama Prof. Faisol Haq, Dekan UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof Sahid pada tahun 2021. Chriswanto mengungkapkan kedua tokoh tersebut mengajarkan kepada masyarakat fiqih lingkungan. Sehingga masyarakat merasa, dengan menjaga lingkungan merupakan ibadah, bukan hanya sekedar menanam. Menanam pohon selain untuk kehidupan dan penghidupan, bisa juga mendapatkan pahala.
DPP LDII melansir Gerakan Menanam Pohon di Bumi Perkemahan Dewa Ruci, Yogyakarta, pada Minggu, 28 November 2021. Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan LDII telah memulai kampanye menanam pohon atau Go Green, sejak tahun 2007 bekerja sama dengan MUI Jawa Timur.


Jakarta (28/11). Tanggal 28 November 2022 diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Upaya menanam pohon secara berkelanjutan dilakukan LDII  untuk memberikan kehidupan dan penghidupan. 

"Pohon produktif yang kami tanam memiliki nilai ekonomi. Ditanam pada daerah binaan MUI, yang dilanjutkan setiap tahun, dan pada 2009 dilakukan pencanangan nasional di Makassar oleh DPP LDII,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso.

KH Chriswanto mengajak masyarakat dan khususnya warga LDII mencari pahala dengan menanam pohon. 

LDII memulai kampanye menanam pohon atau Go Green, sejak tahun 2007 bekerja sama dengan MUI Jawa Timur. Jenis pohon yang ditanam merupakan berbagai jenis pohon produktif yang memiliki nilai ekonomi.

Tahun 2021 lalu, LDII melakukan literasi kepada masyarakat tentang fiqih lingkungan bersama Prof. Faisol Haq, Dekan UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof Sahid. KH Chriswanto mengungkapkan kedua tokoh tersebut mengajarkan kepada masyarakat fiqih lingkungan. Dari situ masyarakat merasa, dengan menjaga lingkungan merupakan ibadah, bukan hanya sekedar menanam. Menanam pohon selain untuk kehidupan dan penghidupan, bisa juga mendapatkan pahala.


Ketua Pondok Pesantren Minhaajurosyidin KH Asy'ari Akbar bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar berpartisipasi menaman pohon yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Depan Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurosyidin (STAIMI) Jakarta, pada Minggu, 12 Desember 2021.
Ketua Pondok Pesantren Minhaajurosyidin KH Asy'ari Akbar bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Munahar Muchtar berpartisipasi menaman pohon yang diselenggarakan oleh DPP LDII di Depan Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurosyidin (STAIMI) Jakarta, pada Minggu, 12 Desember 2021.


Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) berawal pada 28 November 2007, yang diperingati dengan “Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon” di Desa Cibadak, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini juga menjadi awal pergerakan Bulan Menanam Nasional pada bulan Desember 2007. 

Semenjak saat itu, Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional menjadi kegiatan rutin setiap tahun sebagai pencegahan dari kerusakan lingkungan. Peringatan HMPI juga merupakan upaya mengantisipasi perubahan iklim global, mencegah degradasi (menurunnya daya dukung lingkungan), mencegah deforestasi (peristiwa hilangnya hutan alam beserta dengan atributnya yang diakibatkan oleh penebangan hutan), serta mencegah kerusakan lingkungan lainnya, yang mengakibatkan penurunan produktivitas alam dan kelestarian lingkungan.

Lingkungan hidup adalah tempat bernaung. Ketum LDII mengungkapkan salah satu program prioritas LDII adalah tentang pangan dan lingkungan hidup. “Mari terus menanam, sebagai jariyah kita, sebagai sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat,” ujarnya.