RAHASIA! Sst Jangan Pernah Disebarkan

RAHASIA! Sst Jangan Pernah Disebarkan


Fenonema kupas rahasia lagi ngetren di media sosial. Mulai dari bongkar rahasia produk dagangan, cara kerja, hingga rahasia pribadi orang per orang sampai pada hubungan rumah tangga.  

Adalah lumrah tiap orang memiliki rahasia. Segala sesuatu yang menurutnya tidak pantas atau sepatutnya apabila diketahui orang lain. Rahasia berupa hal baik maupun aib pada dirinya.

Rahasia ( سِرّ ) di Kamus Besar Bahasa Indonesia dimaknai sebagai sesuatu yang sengaja disembunyikan supaya tidak diketahui orang lainWikipedia menyebut kerahasiaan adalah praktik pertukaran informasi antara sekelompok orang, bisa hanya sebanyak satu orang, dan menyembunyikannya terhadap orang lain yang bukan anggota kelompok tersebut. Hal yang disembunyikan tersebut disebut dengan rahasia. Kerahasiaan sering kali bersifat kontroversial.

Dalam Islam hubungan sosial tidak boleh diberlakukan secara brutal. Ada aturan-aturan yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan. Ada tata krama, sopan santun dan tenggang rasa. Mengedepankan Akhlaq al Karimah pada ucapan dan perbuatan.


RAHASIA! Sst Jangan Pernah Disebarkan


Tiap Diri Berkewajiban Menjaga Rahasia   

Kewajiban muslim adalah mengaga rahasia diri sendiri dan rahasia muslim lainnya. Sangatlah buruk seseorang yang tak menjaga rahasia, mengumbarnya di setiap saat kepada manusia lainnya. 

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi seorang muslim, dia tidak mengkhianatinya, tidak berdusta kepadanya juga tidak menelantarkannya. Seorang muslim itu haram atas muslim lainnya untuk mengganggu kehormatannya, hartanya dan tidak pula menumpahkan darahnya. Takwa itu berada di sini, cukuplah dalam hati seseorang itu ada keburukan apabila dia menghina saudaranya yang muslim." HR Tirmidzi.

Mampu menjaga rahasia adalah sebuah kehormatan. Kapanpun, dimanapun, dan kepada siapapun, manakala telah diberikan amanat bernilai rahasia maka pantang mengumbarnya.

Simak sahabat Anas, bertanggung jawab menjaga amanat rahasia.


 حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَبَّاحٍ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ أَسَرَّ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِرًّا فَمَا أَخْبَرْتُ بِهِ أَحَدًا بَعْدَهُ وَلَقَدْ سَأَلَتْنِي أُمُّ سُلَيْمٍ فَمَا أَخْبَرْتُهَا بِهِ


Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Shabah telah menceritakan kepada kami Mu'tamir bin Sulaiman dia berkata; saya mendengar Ayahku dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah membisikkan suatu perkara rahasia kepadaku, maka hal itu aku tidak akan kuceritakan kepada siapapun. Dan sungguh Ummu Sulaim pun pernah bertanya tentang rahasia tersebut, namun aku tidak menceritakannya." HR Tirmidzi

Nampak jelas dari riwayat hadist diatas, betapapun apa yang terjadi, rahasia tetap harus dijaga. Menceritakan rahasia orang lain, berarti menebarkan aib pada khalayak. Perbuatan jelek yang menimbulkan dosa. 

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya." 


0 Komentar