FGD Pra Muswil LDII Banten di Serang

muswil ldii banten


Serang (15/3). Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5, DPW LDII Provinsi Banten menghelat Forum Grup Discussion (FGD) bagi generasi bangsa. Acara yang digelar pada Sabtu (12/3) ini mengusung tema “Penguatan Pendidikan Karakter Generasi Penerus dan Menjaga Persatuan Bangsa Menuju Indonesia Emas”.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menjelaskan, saat ini perbedaan bukanlah hal yang patut diperdebatkan, terlebih Indonesia adalah negara yang banyak sekali perbedaan. “Kita lahir karena ke hendak Allah, hablumminnallah. Tidak ada yang bisa memilih dan semuanya berbeda. Maka jangan lagi membahas tentang perbedaan tapi bersatulah dengan persaman kita,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini yang nantinya mengikis rasa persatuan dan persaudaraan serta bisa menghilangkan karakter bangsa Indonesia sesuai sila ketiga. Perbedaan yang membuat semuanya indah dan bagus untuk dilihat.

Sejalan dengan itu, Embay Mulya Syarief menambahkan, bangsa ini harus bersyukur karena terdiri dari beberapa ras, suku, pulau, bahasa, agama, dan lainnya. “Kita itu saudara, Indonesia. Beri solusi kepada siapapun tanpa memandang dari agama manapun. Berdakwah lah dengan damai dan bukan dengan marah atau demo,” ucap Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar itu.

Embay menambahkan, jika Indonesia hadir sebagai negara karena sebuah kesepakatan dan menyamakan persamaan. Orang yang mengkhianati kesepakatan tersebut adalah orang yang buruk karakternya. Oleh karena itu, sifat tersebut yang harus dihindari dan ini tidak baik untuk negara.

Pria yang juga tokoh masyarakat Banten itu menambahkan, karakter juga dapat dibangun mulai dari keluarga. “Anak adalah peniru yang baik, maka dari itu buatlah contoh yang baik terlebih dahulu sebagai orangtua supaya keturunan kita juga tidak memiliki sifat tercela,” ujarnya.

Sementara itu, Edwin Sumiroza sebagai Ketua DPW LDII Provinsi Banten menyetujui hal tersebut. Dalam hal ini sangat penting mempersiapkan generasi muda supaya bonus demografi di masa depan bisa dicapai.

“Berikan bekal dahulu sebelum generasi muda ini terjerumus di masa depan. Jangan sampai bonus demografi malah sebagai kemerosotan bangsa,” ucapnya.

0 Komentar