Berikan Materi Ekonomi Syariah, MUI Sarankan ini ke LDII

ldii kalsel


Banjarmasin – Sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) telah melakukan upaya yang luar biasa dalam pemberdayaan umat, terbukti di Pra Musyawarah Wilayah (Muswil) VII melakukan Webinar terkait ekonomi syariah.

Hal itu, diungkapkan Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) DR H Ahmad Yunani SE M.Si, saat memberikan materi di acara seminar virtual Pra Muswil VII Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalsel, Sabtu (26/2).

Menurut HA Yunani, dirinya terkesan atas undangan yang diberikan oleh DPW LDII Kalsel untuk memberikan materi terkait ekonomi syariah.

“Kesan saya, Alhamdulillah, untuk tahun 2022 kami dari MUI Kalsel pemberdayaan ekonomi umat, mendapat undangan LDII, dan ini upaya yang luar biasa dari upaya LDII sebagai dakwah bil hal, mengajak orang untuk mendapat pendidikan syariah,” ujarnya.

Terkait dengan lembaga pemberdayaan umat di bidang syariah yang dikembangkan LDII, Ia mengatakan tinggal diupayakan agar lebih besar lagi, meski pola syariah ini berbeda dengan pemerintah.

Selanjutnya, selaku Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat di MUI Kalsel, HA Yunani  menyarankan agar LDII punya keunikan dan mengembangkan ekonomi umat, seperti memaksimalkan potensi daerah.

“Dalam mengelola ekonomi umat, agar disesuaikan dengan potensi daerahnya masing-masing, misal Tanah Laut, Tanah Bumbu, disana ada sektor laut yang lebih potensial, Batola dengan pertaniannya dan sebagainya,” ujarnya lagi.

Semua potensi yang ada itulah yang bisa menjadi ekonomi kreatif, sehingga masyarakat kita diarahkan untuk menghasilkan ekonomi, yang kemudian bisa bertransaksi secara syariah, semua punya segmentasi yang bisa dikembangkan.

Selebihnya, HA Yunani mengatakan bahwa hubungan ideologi dengan mengembangkan potensi yang ada itu sangat penting.

“Jika ideologi keagamaan itu akan lebih mudah mengajak warganya untuk melaksanakan ekonomi syariah dan umumnya umat Islam di Kalsel bisa berkolaborasi dengan baik terkait ekonomi syariah”pungkasnya.(rsd)

0 Komentar