Jelang Muswil, LDII Kaltim Jumpa Pers Bahas IKN Nusantara

ldii


SAMARINDA, LDII – Menjelang Musyawarah Wilayah VII di Samarinda, Selasa (15/2), Ketua DPW LDII Kalimantan Timur Prof. Krishna P Candra menggelar jumpa pers bersama Ketua Umum LDII Ir. H. Chriswanto Santoso di Samarinda, Senin (14/2) siang.

Prof. Candra mengatakan bahwa agenda Muswil VII di antaranya adalah terkait dengan pemilihan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kaltim masa bakti 2022-2027. Muswil digelar secara tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan ketat dan melalui test Antigen, bertempat di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Dijadwalkan akan dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si.

Muswil dengan tema LDII untuk Bangsa, Mewujudkan Dakwah Santun Generasi Emas Profesional Religius dan Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk Pembangunan Kalimantan Timur Berdaulat Menyongsong Ibukota Negara Nusantara ini akan diikuti perwakilan dari sembilan DPD kabupaten kota se-Kaltim.

Meski demikian, Prof. Candra menyebut agenda besar yang menyita perhatian LDII, yakni kesiapan Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim. LDII memandang perlunya membahas persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) Profesional dan Religius.

“Adanya IKN di Kaltim menjadi isu yang cukup besar di internal LDII terutama Kaltim bagaimana menyiapkan SDM-nya,” tutur Prof. Candra.

Sebagai seorang Guru Besar di Universitas Mulawarman, Prof. Candra sangat menaruh perhatian pada pendidikan dan peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, LDII fokus pada penyiapan generasi penerus agar menjadi sosok yang berwawasan luas, alim dan faham agama, berakhlak mulia, dan mandiri.

Menurutnya, setelah 35 tahun turut aktif dalam pembangunan di Kaltim, LDII yang mempunyai misi dakwah sejuk dalam mempersiapkan generasi profesional religius kali ini merapatkan barisan untuk menyusun strategi dakwah yang sesuai dengan perkembangan ekopoleksosbud di lingkungan wilayah Kaltim maupun nasional.

Globalisasi dan kemajuan teknologi digital, menurut Prof Candra, serta kenyataan bahwa Kaltim akan menjadi lokus IKN Nusantara merupakan dua isu sentral yang akan mewarnai penyusunan strategi dakwah LDII Kaltim lima tahun ke depan.

“Ini tidak dapat dilepaskan dari ruh organisasi, bahwa diperlukan sinergisme antar organisasi kemasyarakatan yang ada di Kaltim, juga hubungan yang serasi dengan pemerintah daerah dan forkopimda. Maka Muswil VII ini harus dapat membuahkan strategi dakwah yang dapat mendorong terciptanya sinergisme tersebut,” harap Prof Candra.

“Kita ingin umat merasakan LDII dalam dakwah, dan ingin lebih mengenal organisasi ini sehingga bisa ikut bersama-sama berperan aktif di dalam gerak pembangunan yang cepat ini,” tutur Prof Candra.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc menambahkan bahwa LDII Kaltim harus mampu mengantisipasi perubahan lingkungan strategis di IKN dan menyusun program kerja dalam lima tahun ke depan melalui Muswil.

“Implementasi dakwah LDII, di DPP juga berfokus pada SDM, ekonomi, dan penguasaan teknologi,” ucapnya.

Chriswanto berharap fokus penyiapan SDM, ekonomi, dan penguasaan teknologi menjadi perhatian ketua DPW LDII Kaltim yang akan terpilih nantinya.

“Hal itu juga kami persiapkan melalui kurikulum satuan pendidikan yang dimiliki LDII. Gurunya, sampai peserta didik kami bekali dengan wawasan kebangsaan,” ungkapnya.

Nilai profesional dan religius, lanjut Chriswanto, juga menjadi satu bingkai dengan kebangsaan. Kemudian menjadi satu kesatuan untuk menjadikan SDM bisa ikut membangun Indonesia.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah juga bagaimana mengajarkan kepada masyarakat di tingkat satuan pendidikan agar memiliki kesadaran melakukan gerakan penghijauan menanam pohon serta kemampuan memilah sampah menjadi nilai ekonomis.

“Kami berharap satuan pendidikan yang ada di Kaltim mengajarkan terus terkait itu. Itu untuk stabilitas dan menunjukkan bahwa LDII Kaltim siap menyambut IKN, salah satunya dengan menjaga agar tidak seperti Jakarta yang terjadi banjir, maka kita berharap ada gerakan menanam pohon,” tutur Chriswanto Santoso.

“Kontribusi LDII menanam pohon ada 4 juta pohon secara nasional, harus dikenalkan kepada masyarakat bahwa IKN di Kaltim tetap hijau dan tetap jadi paru-paru dunia,” pungkasnya.(SA/LINES)

0 Komentar