Bahkan Setan pun Lari Terbirit-birit Saat Dengar Adzan

ldii sampit


Meski matahari masih tinggi di ufuk barat, nampak si Suto, Noyo dan Dadap telah berada di masjid. "Kami menunggu datangnya waktu shalat maghrib," kata Suto, saat Pakde Jo warga yang tinggal tak jauh dari masjid menanyakan keberadaan mereka. 

"Selanjutnya kami hompipa, siapa yang menang, dia jadi muadzin untuk mengumandangkan adzan maghrib," sahut Noyo.

 "Dan kebetulan hari ini saya pemenangnya," kata Dadap.

Mereka bertiga memang kompak. Rata di usia belasan tahun, tinggal di komplek perumahan dekat masjid, juga aktif di kegiatan remaja masjid. Saat teman-teman lainnya masih disibukkan dengan aktifitas luar rumah, mereka dengan penuh sadar diri tanpa paksaan pihak manapun menyempatkan mendahului hadir di masjid, merapikan shaft shalat dan bersih-bersih sebagian ruangan.

"Luar biasa, semoga jadi anak sholeh, manfaat dan barokah," gumam Pakde Jo melihat mereka dari pintu masjid yang terbuka.  

Sementara jarum jam di dinding menunjukkan pukul 17.15 wib.  Sembari menanti tigapuluhan menit waktu adzan, mereka duduk leyeh-leyeh di salah satu tiang besar masjid. Dari luar jendela Pakde Jo melongok, "Bolehkah saya ikut bergabung ke dalam ?" katanya.

"Lha iya jelas pasti boleh dong Pakde," jawab Noyo,"Monggo, masuk," lanjutnya.

Pakde Jo menghela nafas, pria paruh baya itu nampak senyum. Satu persatu ia salami mereka bertiga, "Alhamdulillah astaghfirullah," ucapnya.

"Adzan, merupakan penanda waktu shalat atau pemanggil umat islam untuk shalat di masjid," Pakde Jo membuka obrolan. "Selain itu, adzan ternyata juga memiliki nilai pahala besar, baik si pengumandang maupun yang mendengarkannya," katanya.

Pakde Jo mengutip sebuah riwayat hadist dari jami' atTirmidzi, "Ibnu Jurair berkata; telah mengabarkan kepada kami Nafi' dari Ibnu Umar ia berkata; "Ketika kaum muslimin datang ke Madinah, mereka berkumpul dan menunggu shalat namun tidak ada seorang pun yang menyeru (adzan). Lalu pada suatu hari mereka membicarakan hal itu, sebagian mereka berkata; "Gunakanlah lonceng sebagaimana orang-orang Nashrani, " Sebagian yang lain berkata; "Gunakanlah terompet sebagaimana orang-orang Yahudi." Ibnu Umar berkata; "Maka Umar pun berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Wahai Bilal, berdiri dan serulah untuk mendirikan shalat. 

Adapun lafadz adzan, lanjut Pakde Jo, seperti yang disampaikan oleh Abu Mahdzurah saat  Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajarinya.

Dari Abu Mahdzurah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan cara adzan kepadaku, langsung dari beliau sendiri, beliau bersabda: "Ucapkanlah: Allaahu akbar Allaahu akbar, Allaahu akbar Allaahu akbar, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Dua kali dua kali. beliau meneruskan: Kemudian ulangilah, lalu panjangkan suaramu, Asyhadu an laa ilaaha Illallaah, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Hayya 'alas shalaah hayya 'alas shalaah, hayya 'alal falaah, Hayya 'alal falaah, Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaa illallaah. HR Abu Dawud

"Allohu akbar! Hebatnya Islam ya Pakde, sejak dahulu hingga saat ini kalimat adzan tetap terjaga. Bahkan di penjuru dunia, sama semua," seru Dadap.

"Meski suara saya mungkin gak sebagus dan seindah Abu Mahzurah atau Bilal, namun saya tersemangati akan adanya pahala bagi seorang muadzin. Bukankah begitu Pakde ?" kata Suto.

Pakde Jo sedikit beringsut dari tempat duduknya. Ia melihat ke atas, sambil menunjuk bagian tengah masjid, "Saat ini kondisi sangat jauh berbeda dibanding dengan awal islam turun. Selain kaum muslimin belum begitu banyak, tempat tinggal mereka pun juga sebagian terpisah-pisah di padang gurun. Sekarang ada amplifier, ada pengeras suara, disitu ada pengatur volume, treble, bass, dan echo. Jadi meski suara kalian gak begitu bagus, terbantu dengan alat tersebut," katanya.

"Meskipun begitu, saat kalian adzan, tetap keraskan suara, karena itu bagian dari sunah," pesannya.

Bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepada Abdullah bin 'Abdurrahman, "Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (pengenmbalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." HR Bukhari.

"Oh ya Pakde, tentang setan yang lari saat mendengar adzan itu gimana ?," tanya Suto.

"Lari terbirit-birit sampe tekentut-kentut," sahut Dadap.

"Iya, itu ada dalam riwayat hadist sunan Abu Dawud," jawab Pakde Jo.

 حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قُضِيَ النِّدَاءُ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ وَيَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَضِلَّ الرَّجُلُ أَنْ يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى

Telah menceritakan kepada kami Al-Qa'nabi dari Malik dari Abu Az-Zinad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila telah diserukan panggilan (adzan) untuk shalat, maka setan mundur seraya mengeluarkan kentutnya hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan itu telah selesai, ia datang lagi. Ketika dibacakan iqamah shalat, ia membelakang lagi, sampai ketika pembacaan iqamah selesai, baru ia datang lagi, sehingga melintas (mengganggu) hati orang yang sedang shalat, dan ia berkata; Ingatlah ini, ingatlah ini!, ia mengingatkan sesuatu yang tidak di ingat ingatnya sebelum dia shalat, sampai orang itu keliru dan dia tidak tahu, sudah berapa rakaatkah shalat yang telah dia kerjakan." 

"Nah, udah jam 17.46, ayo segera adzan. Semoga amal sholih kalian mendapatkan pahala," kata Pakde Jo. 


 

1 Komentar