LDII SEMARANG Hadir di Ormas Expo 2021


LDII SEMARANG. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Semarang mengikuti festival hak asasi manusia (HAM) dan Ormas Expo 2021 - NGO EXPO 2021. 34 organisasi masyarakat (ormas) mengikuti kegiatan yang diadakan Kesbangpol kota Semarang bersama Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) di Mall Paragon Semarang 17-19 November 2021.

LDII, salah satu ormas Islam di Indonesia menyikapi baik Ormas Expo 2021 sebagai bagian dakwah bil hal. Ketua LDII Semarant, H Suhindoyo P SE MM mengatakan bahwa toleransi beragama perlu dikedepankan, kalau tidak bertoleransi, nanti yang ada hanyalah su’udhon. Terpenting sesama orang Islam kita itu satu. Menurutnya, sejak berdiri pada 1 Januari 1972, LDII memberikan konstribusi dalam pembangunan bangsa dan negara melalui dakwah, pemahaman, dan penerapan ajaran Islam menyeluruh, berkesinambungan, serta terintegrasi.

“Itu sesuai dengan motto kami, yakni LDII untuk Bangsa,” kata dia jelang perhelatan Ormas Expo 2021.

Menurut dia, organisasi yang dipimpinya, terstruktur mulai pimpinan pusat, wilayah, daerah, cabang, hingga anak cabang dengan basis kegiatan di masjid.

Maka dari itu, lanjut dia, sesuai visi, misi, tugas pokok, dan fungsinya, LDII mempunyai tujuan meningkatkan kualitas peradaban, hidup, harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan turut serta dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

"Sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan bangsa, organisasi menyelenggarakan berbagai kegiatan di antaranya, pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat," terangnya.

Dalam menjalankan kegiatan tersebut, lanjut Suhindoyo, LDII Kota Semarang terbagi menjadi 16 pimpinan cabang di 16 kecamatan dan puluhan anak cabang. 

" Tuhan kita sama, nabi sama, dan berpedoman Alquran juga sama. Kemudian masing-masing orang menerjemahkan dan mengamalkan sesuai persepsinya, itu kita hargai," ujarnya.

Menurut Suhindoyo, dari perbedaan itu justru menjadi kekuatan sebuah organsasi, di mana asing-masing orang kepercayaan dan keyanan yang saling menghormati.

“Toleransi tidak sebatas hanya saling menghargai saja, tetapi juga dipraktikan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, saat beribadah, semuanya dalam rangka menggapai ridha-Nya,” kata dia.

Suhindoyo mengatakan, LDII merupakan bagian komponen bangsa yang berada di NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

“LDII didirikan sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya, yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan, dan menyebarkan ajaran Islam berdasarkan Alquran dan Hadis dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” terang dia.

Maka sesuai dengan visi dan misi, LDII dalam langkah menjalankan organisasi dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat, berprilaku profesional dan relegius.

Maka dari itu, semangat toleransi harus dikedepankan, karena hal itu selaras dengan semangat Pancasila dan UUD 1945, karena hal itu merupakan hak bagi setiap orang.

“Maka dalam saat pertunjukkan nanti dalam Festival HAM dan Ormas Expo, akan kami pentaskan drama dengan mengusung tema hak asasi, seperti yang tertera dalam 10 kriteria peserta,” katanya. 

(ngo expo 2021)

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama