Pengajian LDII


PENGAJIAN LDII SAMPIT. Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia  (LDII) Kotawaringin Timur melaksanakan penutupan acara pengajian bagi para muballigh muballighot dan remaja (11/11) yang bertempat di aula kantor sekretriat jalan Gunung Slamet Sampit.

"Kegiatan pengajian LDII secara rutin kami laksanakan sebagai bentuk pemeliharaan ilmu serta menghidup-hidupkannya,  khususnya alquran dan alhadist. Al ilmu hayatul islam wa 'imadul iman, ilmu adalah hidupnya islam dan tiangnya iman, " kata Muhammad Siroj selaku ketua panitia.

Ia menambahkan, pengajian LDII tersebut dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut sejak hari Senin (8/11) dengan materi pengkhataman kitabunnikah, yaitu kitab yang berisi himpunan dalil - dali alquran alhadist tentang hal berkaitan masalah pernikahan.

Alquran dan alhadist merupakan pedoman bagi umat islam dalam melaksanakan fitrahya sebagai mahkluh Allah Subhanahu wata'ala. , sebagagaiman diriwayatkan dalam sebuah hadist taraktu fikum amraini lan tuzhilluu maa tamassaktum bihimaa. kitaballahi wa sunnata rasullihi yang artinya Saya meninggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat apabila berpegang teguh pada keduanya yaitu kitab Allah dan sunnah Nabi.

Secara garis besar, ulama membagi ibadah menjadi dua kelompok, yaitu ibadah mahdah dan ghairu mahdahIbadah mahdhah ialah ibadah dalam arti sempit yaitu aktivitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Maksudnya syarat itu hal-hal yang perlu dipenuhi sebelum suatu kegiatan ibadah itu dilakukan. Sedangkan rukun itu hal-hal, cara, tahapan atau urutan yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah itu. Sementara ibadah ghairu mahdhah ialah segala amalan yang diizinkan oleh Allah yang tata cara dan perincian-perinciannya tidak ditetapkan dengan jelas. Dengan prinsip, keberadaannya didasarkan atas tidak adanya dalil yang melarang, selama Allah dan Rasul-Nya tidak melarang maka ibadah bentuk ini boleh dilakukan.

Dalam kaidah ushul fiqih disebutkan, al ashlu fii 'ibadati tahrimu walbathlu illa maa ja abihi dalili 'ala awamirihi, hukum asal dalam beribadah adalah haram dan batal kecuali ada dalil yang memerintahkan.


Menikah Adalah Puncak Hubungan Bagi Pasangan Yang Saling Mencintai

Disuatu saat datang tiga orang ke rumah Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam, mereka bertanya tentang ibadah yang dikerjakan baginda Nabi. Lalu para sahabat memberikan kabar bagaimana mempersungguhnya Nabi dalam beribadah. Mendengar akah hal itu, mereka bertiga merasa ciut nyali dan beranggapan bahwa amal ibadah mereka terlalu kecil, lalu berkatalah mereka, "Nabi telah diampuni dosa terdahulu dan yang akan datang, lalu bagaimana dengan kita ? Tempat apa yang layak nantinya buat kita ?".

"Kalau begitu, aku akan shalat di waktu malam selamanya," kata salah satu diantara mereka. 

"Aku akan puasa sepanjang masa," ucap yang lain.

Dan satu lagi dari mereka berkata,"Aku akan memisahi wanita, dan tak akan menikah selamanya !".

Pada saat yang sama, datanglah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, "Heh kalian rupanya yang barusan berkata, ingatlah demi Allah, benar aku orang yang lebih takut dan taqwa kepada Allah daripada kalian, namun ketahuliah, aku berpuasa dan mokel (tidak berpuasa), aku shalat dan aku juga istirahat, dan aku juga menikah dengan para wanita. Maka barangsiapa yang benci pada sunahku, ia bukanlah termasuk golonganku".

Di hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Kitabunnikah, menikah merupakah amalan ibadah yang disunahkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam kepada umatnya. Dalam Alquran surat Ar Ra'du ayat 38, Allah berfirman, walaqad arsalna rusulan min qablika waja'lna lahum azwajan wadzurriyatan, dan sungguh telah Kami utus beberapa utusan sebelum engkau Muhammad, dan kami jadikan untuk mereka beberapa isteri dan anak turun.

" Aku tidak melihat dua orang yang saling mencinta (pelampiasannya) semisal menikah," sabda  
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam dalam hadist riwayat Ibnu Majah.

Dengan menikah, cinta sepasang kekasih semakin lama akan semakin menggelora.

Sejak awal pengajian LDII berjalan dengan aman, selamat, lancar, dan barokah. Selain dihadiri oleh para muballigh muballighot  turut hadir pula para pengurus LDII Kotawaringin Timur.

" Insya' Allah secara kontinyu dan konsisten, kami akan menyelenggarakan kegiatan pengajian ldii lagi," pungkas Siroj.


  

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama