4 (empat) Tali Keimanan

I. Agar hidayah Alloh Keimanan yang ada pada diri kita ini tidak lepas dan kita bisa lulus, sukses, berhasil masuk surga maka harus selalu diramut, dijaga dan diikat dengan 4 tali keimanan, yaitu :

1. Syukur
2. Mengagungkan
3. Mempersungguh
4. Do’a


II. Penjelasan.

1. Syukur

a. Yang dimaksud syukur disini ialah mensyukuri pemberian Alloh berupa hidayah 

v وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ* سورة ال عمران 103

b. Cara bersyukur

- Dengan Ucapan ialah mengucapkan kalimat

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

v الْحَمْدُ للهِ رَأْسُ الشُّكْرِ مَا شَكَرَ اللهَ عَبْدٌ لاَيَحْمِدَهُ* رواه البيهقى

v الْحَمْدُ للهِ عَلَى النِّعْمَةِ أَمَانٌ لِزَوَالِهَا* رواه الديلمى


- Dengan perbuatan ialah selalu menertibkan dan meningkatkan kewjiban-kewajiban ibadah (mentho’ati) peraturan-peraturan Alloh, Rosul dan peraturan-peraturan dalam agama dengan ridlo, sakdermo dan karena Alloh. Sebagaimana Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam sudah diampuni dosa-dosanya beliau terus meningkatkan ibadahnya kepada Alloh. Bahkan mewajibkan dirinya untuk mengerjakan sholat Lail (Tahajud) sampai kedua kakinya bengkak dan kedua telapak kakinya pecah. Ketika ditanya oleh Aisyah beliau menjawab :

أَفَلاَ أَكُوْنُ عَبْدًا شَكُوْرًا


c. Janji Alloh kepada orang yang bersyukur dan ancaman Alloh bagi orang tidak bersyukur (Hasilnya bersyukur dan Akibatnya tidak bersyukur).

v وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأََزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ* سورة ابراهيم 7

v مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَأمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا* النساء 147

v إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلاَ يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ* سورة الزمر 7

v وَسَيَجْزِى اللهُ الشَّاكِرِيْنَ* سورة ال عمران 144


2. Mengagungkan

a. Yang dimaksud mengagungkan disini ialah mengagungkan hidayah Alloh artinya Qur’an Hadits  harus lebih diutamakan, lebih dipolkan dinomorsatukan, didahulukan dari pada kepentingan-kepentingan yang lain. Tidak dihina, tidak diremehkan, tidak dijatuhkan, tidak dilalaikan, tidak dinomorduakan.

v عَنْ أَنَسِ ابْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ r لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ* رواه مسلم

v عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ r قَالَ ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ اْلإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ* رواه البخارى


b. Praktek mengagungkan Qur’an Hadits mengerjakan perintah agama, menjauhi larangan-larangan agama dengan hati ridlo, sakdermo, senang, longgar, merasa ringan/tidak merasa berat dan tetap karena Alloh. Dan terhadap mushafnya/kitabnya (Qur’an Hadits) bisa meramut dengan baik.


c. Mengagungkan Qur’an Hadits berarti mengagungkan Sya’irulloh yang di dalamnya termasuk :

1. Para Ulil Amri, .

السُّلْطُانُ ظِلُّ اللهِ فِى اْلأَرْضِ فَمَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَهُ اللهُ، وَمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللهُ* رواه الطبرانى


2. Para Ulama’ (Muballigh-Muballighot).

حَامِلُ الْقُرْآنِ حَامِلُ رَايَةِ اْلإِسْلاَمِ، مَنْ أَكْرَمَهُ فَقَدْ أَكْرَمَ اللهَ، وَمَنْ أَهَانَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ* رواه الديلمى


3. Para orang tua (Khususnya anak-anak terhadap orang tuanya).

ثَلاَثَةٌ لاَيَسْتَخِفُّ بِحَقِّهِنَّ اِلاَّ مُنَافِقٌ بَيِّنُ النِّفَاقِ : ذُوا الشَّيْبَةِ فِى اْلإِسْلاَمِ، وَذُوا الْعِلْمِ، وَإِمَامٌ مُقْسِطٌ* رواه الطبرانى


4. Masjid-masjid dan tempat-tempat ibadah.


d. Hasilnya mengagungkan dan akibat tidak mengagungkan.

v ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ* سورة الحج 32

v ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ…الأية* سورة الحج 30

v قُلْ إِنْ كَانَ أبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ* سورة التوبة 24


3. Memerlukan dan Mempersungguh

a. Yang dimaksud memerlukan dan mempersungguh disini ialah berusaha mengamalkan Qur’an Hadits sampai berhasil secara lahir bathin.

b. Hasilnya memerlukan dan mempersungguh serta akibat tidak memerlukan dan mempersungguh.

v وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ* سورة العنكبوت 69

v وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ* سورة العنكبوت 6

v عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ r قَالَ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي أَمْلأَْ صَدْرَكَ غِنًى وَأَسُدَّ فَقْرَكَ وَإِلاَّ تَفْعَلْ مَلأَْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ* رواه الترمذى

v فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ* سورة الصف 5


4. Do’a

a. Yang dimaksud berdo’a disini ialah mohon kepada Alloh agar ditetapkan dalam keimanan, seperti :

v رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ* سورة ال عمران 8

v قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ* سورة البقرة 250

v عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا قَالَ نَعَمْ إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ* رواه الترمذى


b. Keadaan keimanan seseorang itu bisa bertambah dan berkurang bahkan bisa lepas.

v وَأَنَّ اْلإِيْمَانَ يَزِيْدُ وَيَنْقُصُ* رواه مسلم

v إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِيٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ فَتَلاَ مُعَاذٌ ( رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا )* رواه الترمذى

c. Alloh berjanji mengabulkan do’anya orang iman yang berdo’a

v وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ* سورة المؤمن 60


Dengan penuh keyakinan dan tidak disertai dengan perbuatan dosa serta memutus hubungan famili.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r قَالَ مَا عَلَى اْلأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ * رواه الترمذى


  1. Bersyukur
  1. Mengagungkan
  1. Memerlukan dan mempersungguh
  1. Berdo’a

Setelah diberi Hidayah, yaitu dijadikan orang iman, orang Islam. Bisa menerima, mengerti, memahami, dan menetapi agama Islam yang haq karena Alloh (semata-mata berharap ingin masuk surgaNya Alloh selamat dari siksa nerakaNya), agar hidayah Alloh tidak terlepas dari diri kita masing-masing dan kita bisa lulus, sukses, berhasil, hidup mulya mati masuk surga, maka hidayah Alloh ini supaya selalu diramut, dijaga, diikat dengan 4 tali keimanan, yaitu :

1.Bersyukur

Yang dimaksud syukur disini adalah mensyukuri pemberian Alloh yang berupa hidayahh. Adapun syukur dengan ucapan adalah menyebutkan kalimat : الحمد لله berdasarkan dalil :

الْحَمْدُ رَأْسُ الشُّكْرِ مَا شَكَرَ اللهَ عَبْدٌ لاَ يَحْمِدُهُ . رواه البيهقى

Artinya : memuji itu polnya syukur, tidak bersyukur pada Alloh hamba yang tidak memujinya.

الْحَمْدُ عَلَى النِّعْمَةِ اَمَانٌ لِزَوَالِهَا. رواه الديلمى

Artinya : memuji atas nikmat mengamankan hilangnya nikmat.

Sedangkan bersyukur dengan perbuatan adalah selalu menertibkan dan meningkatkan kewajiban-kewajiban ibadah (mento’ati peraturan-peraturan Alloh, Rosul, dan peraturan-peraturan dalam agma) dengan hati ridlo sak dermo,  karena Alloh dan riang gembira. Sebagaimana Rosululloh SAW walaupun sudah diampuni dosa-dosanya, tetapi beliau terus meningkatkan ibadahnya kepada Alloh, meningkatkan sholat lail nya sampai kedua tumit dan telapak kakinya pecah, ketika ditanyai oleh Aisyah beliau menjawab :

اَفَلاَ اَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا. رواه البخارى

Artinya : bukankah aku ini hamba yang bersyukur.. :)

Kita wajib bersyukur kepada Alloh sebab dengan bersyukur itu Allloh menambah nikmatnya, ridlo, Alloh akan membalas dengan surga dan Alloh tidak menyiksa, sebaliknya kalau kita tidak bersyukur berarti kufur, Alloh murka, Alloh akan mencabut nikmatNya dan menyiksa (memasukkan ke dalam neraka) Alloh berfirman :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ * سورة ابراهيم 7

اِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلاَ يَرْضَى لِعِبَادِهِ اْلكُفْرِ وَاِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُُمْ …         الأية الزمر 7

مَا يَفْعَلُ اللهَ بِعَذَابِكُمْ اِنْ شَكَرْتُمْ وَءَامَنْتُمْ وَكَانَ اللهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا * سورة النساء 147

2.Mengagungkan

Yang dimaksud mengagungkan disini adalah mengagungkan hidayah Alloh harus lebih diutamakan, lebih dipolkan, dinomor satukan, didahulukan dari pada kepentingan-kepentingan yang lain. Tidak dihina, tidak di remehkan, tidak dijatuhkan, tidak dilalaikan tidak dinomor duakan berdasarkan sabda Rosululloh SAW

عَنْ اَنَسِ بْنُ مَالَكٍ قاَلَ قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى اَكُونَ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ ، وَوَالَدِهِ ، وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ * رواه مسلم فى كتاب الإيمان

Artinya : kalian tidak dikatakan iman sehingga kalian lebih mencintai aku Nabi mengalahkan mncintai anak, orang tua, dan semua menusia .

Adapun praktek mengagungkan Qur’an Hadits adalah mengerjakan perintah Alloh, menjauhi larangan agama dengan hati ridlo, sakdermo,senang, longgar, merasa ringan/ tidak merasa berat dan tetap karena Alloh.

Mengagungkan Qru’an Hadits berarti mengagungkan syairulloh dan mengagungkan semua yag diagungkan oleh Alloh yang didalamnya termasuk :

Qur’an dan Hadits (mengagungkan, mengepolkan hukum-hukum/.peraturan-peraturan dalam Qur’an Hadits dan Mushafnya. Kitabnya supaya diramut yang baik, diberi sampul yang baik, ditempatkan ditempat layak dan ditempakan di tempat yang lebih tinggi.

Mengagungkan sya’irulloh yang berupa masjid dan tempat-tempat ibadah (supaya dijaga kesuciannya, kerapiannya dan selalu digunakan untuk beribadah seperti : sholat berjama’ah, membaca Al qur’an, untuk iktikaf dll.

حَامِلُ الْقُرْاَنِ حَامِلُ رَايَةَ اْلإِسْلاَمِ مَنْ اَكْرَمَهُ فَقَدْ اَكْرَمَهُ اللهُُ وَمَنْ اَهَانَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ *      رواه الديلمى

Artinya : pembawa Alquran itu pembawa bendera agama islam. Barang siapa yang memulakannya berarti dia telah memuliakan Alloh dan barang siapa yang menhinanya maka dia akan mendapatkan laknat Alloh.

Adapun hasilnya mengagungkan kepada yang berhak di ta’dzimi adalah menambah ketaqwaan dan mati sewaktu-waktu masuk ke dalam surga selamat dari neraka. Berdasarkan dalil

وَمَنْ يُعَظِّمْ شعائر الله فإنها من تقوى القلوب * سورة الحج 32

3.Memerlukan dan mempersungguh

Yang dimaksud memerlukan dan mempersungguh adalah berusaha mengamalkan Qur’an Hadits Jam’ah sampai berhasil (terlaksana/kelakon) secara lahir batin.

Contoh :

  • seharian penuh bekerja, badannya capek, tetapi masih memerlukan datang ke tempat pengajian, tidak mengantuk, ngobrol, ngelamun.
  • pada waktu 1/3 malam yang akhir memerlukan untuk sholat malam, do’a malam.
  • ketika mendapatkan rizqi, memerlukan tuk infaq sodaqoh.

Hasilnya jika kita memerlukan dan mempersungguh di dalam menetapi kewajiban beribadah, maka Alloh akan memberikan pertolongan, memberikan kemudahan, memberikan barokah sehingga tetap dalam keimanan bahkan semakin lama semakin mantap, semakin yakin, semakin tertib, semakin senang, hidupnya penuh barokah sampai khusnulkhotimah, akhirnya masuk surga selamat dari neraka. Berdasarkan dalil :

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْناَ لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا * سورة العنكبوت 69

Artinya : dan barang siapa yg mempersungguh di jalan-Ku (Allah) niscaya akan Aku tunjukkan jalannya.

يَابْنَ اَدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي اَمْلأْ صَدْرَكَ غِنَى وَاَسَدَّ فَقْرَكَ وَاِنْ لمَ ْتَفْعَلْ مَلأْتُ صَدْرَكَ شُغْلاً وَلَمْ اَسُدَّ فَقْرَكَ * رواه ابن ماجه

Artinya : Wahai anak Adam sempatkanlah (perlukanlah) ibadah kepadaku (Allah) maka aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku akan menutup kefakiranmu, dan kalau kamu tidak mengerjakannya maka Aku (Allah) akan memenuhi hatimu dengan kesibukan dan Aku tidak menutup kefakiranmu.

Kalau kita memerlukan dan mempersungguh dalam menetapi kewajiban beribadah, malas, sembrono, maka Alloh akan semakin menyimpangkan, menambah malasnya, tambah sembrono hingga keimanannya,dan hidayahnya dicabut oleh Alloh, hidupnya tidak barokah  سوء الخاتمة akhirnya mati masuk neraka. Na’udzubillahimindzaliik,

Berdasarkan dalil firman Allah dalam Alquran :

فَلَمَّا زَاغُوا اَزَاغَ اللهُ قُلُُوبَهُمْ وَاللهُ لاَ يَهْدِي اْلقَوْمَ الفَاسِقِيْنَ * سورة الصف

Artinya : Barang siapa yang menyimpang, maka Allah akan simpangkan sekalian hatinya dan Allah tidak memberi petunjuk kaum yang fasik.

4.Berdo’a

Yang dimaksud berdo’a disini adalah memohon kepada Allah agar kita ditetapkan dalam keimanan sampai ajal mati kita masing-masing dan mati sewaktu-waktu berhasil masuk surga selamat dari neraka. Berdasarkan sabda Rosululloh SAW :

إِنَّهُ لَيْسَ اَدَمِيٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أَصَبِعَيْنِ مِنْ اَصَابِعِ اللهِ فَمَنْ شَاءَ اَقَامَ وَمَنْ شَاءَ اَزَاغَ *   رواه الترمذى

Artinya : tidak ada seorang pun dari anak cucu adam kecuali hatinya ada diantara dua jari dari beberapa jari Allah, maka barang siapa yang dikehendaki Allah, maka Allah akan menetapkan hatinya dalam keimanan, dan barang siapa yang dikehendaki Allah, maka Allah akan menyimpangkan hatinya dari keimanan.

Perlu disadari bahwa keimanan itu kadang diatas dan kadang dibawah (وأن الإيمان يزيد وينقص. رواه مسلم) bertambahnya keimanan ditandai dengan adanya ketho’atan dan ketertiban ibadahnya, dan kurangnya keimanan ditandai dengan adanya pelanggaran-pelanggaran, kemaksyiatan akhirnya Alloh menyimpangkan hatinya sehingga keluar dari keimanan, mati sewaktu-waktu masuk neraka maka kita supaya selalu berdo’a kepada Alloh dengan do’a minta ditetapkan dalam keimanan, seperti :

…رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْناَ عَلىَ اْلقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ * سورة البقرة 250

… يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ . رواه الترمذى

Dan supaya difahami bahwa Allah berjanji akan mengabulkan do’anya orang iman. Dan berdo’a itu merupakan kewajiban ibadah yang harus di amalkan berdasarkan firman Alloh :

وَقَالَ رَبُّكُمْ اُدْعُونِي اَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ * ءورة الغافر 60

Artinya : dan tuhanmu telah berfiman : kalian berdo’alah kepadaku pasti akan aku kabulkan do’amu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari ibadah kepadaku (orang-orang yang tidak mau berdo’a) mereka akan masuk ke dalam neraka jahanam keadaan hina.

إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ * رواه البخارى

Artinya : sesungguhnya berdo’a itu adalah ibadah

ادْعُوا اللهَ وَاَنْتُمْ مُوْقِنُونَ بِا ْلأِِجَابَةِ وَاعْلَمُوا اَنَّ اللهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ * رواه الترمذى

Artinya : kalian berdo’alah kepada allah dengan keyakinan bahwa do’a kalian dikabulan, dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lupa lagi lahan (tidak yakin/tidak khusyu’)

Dan supaya diketahui bahwa cara Alloh mengabulkan do’a itu ada 3 :

  • Alloh langsung memberi apa yang diminta
  • Alloh menyimpan / menunda apa yang diminta dan memberikannya nanti di akhirat.
  • Alloh mengganti dengan yang lain yang lebih baik.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama