TURUT BERDUKA CITA ATAS MUSIBAH BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN

Peran Strategis Ibu Dalam Membangun Bangsa

Ketum LDII: Ibu Yang Berdaya Modal Membangun Bangsa


عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِيكَرِبَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ قَالَ ‏ "‏ إِنَّ اللَّهَ يُوصِيكُمْ بِأُمَّهَاتِكُمْ - ثَلاَثًا - إِنَّ اللَّهَ يُوصِيكُمْ بِآبَائِكُمْ إِنَّ اللَّهَ يُوصِيكُمْ بِالأَقْرَبِ فَالأَقْرَبِ

Dari Al Miqdam bin Ma'dikarib, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewasiatkan kalian supaya berbakti kepada ibu-ibu kalian -beliau mengucapkan hingga tiga kali-, berbakti kepada bapak-bapak kalian, berbakti kepada kaum kerabat kalian, lalu kepada kerabat yang lebih dekat lagi." HR Ibn Majah


Jakarta (22/12). Pada Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengingatkan pentingnya peran ibu dalam proses pembangunan nasional. Bahkan, ibu juga berfungsi strategis dalam menjaga keberlangsungan sebuah bangsa. 

"Rasulullah ketika ditanya seorang lelaki, mengenai kepada siapa harus berbuat baik, beliau menjawab ibumu, ibumu, ibumu, lalu ayahmu," kata Chriswanto mengutip hadits dari Imam Bukhari. 

Menurut Chriswanto, peradaban yang kian modern ternyata menemukan peran besar seorang ibu, sehingga mereka pantas dihormati. Bukan hanya kodratnya mengandung dan melahirkan, tapi ibu adalah makhluk pertama dan utama yang berkomunikasi dan mendidik generasi penerus sejak dalam kandungan. 

Di sinilah strategis peranan seorang ibu dalam membangun bangsa. Pemerintah telah bekerja keras meningkatkan harkat martabat ibu, namun ia menekankan ormas-ormas Islam harus hadir dalam membantu pemerintah, membuat wanita kian berdaya. 

Menilik strategisnya peran wanita, Chriswanto menyebut sejak 1998, LDII secara rutin menggelar seminar keterampilan keorangtuaan ( parenting skill). Saat DPP LDII melansir platform e-pendidikan pondokkarakter.com, materi tentang ibu menjadi salah satu pembahasan utama. 

"Berdaya dalam arti seorang ibu, harus memiliki kesadaran sebagai orang yang pertama kali, membina generasi penerus bangsa. Untuk itu harus memiliki pengetahuan dalam merawat putra putrinya," imbuh Chriswanto. 

Seorang ibu yang memiliki pengetahuan mengenai gizi, akan mengkonsumsi makanan bergizi agar bayinya tumbuh sehat dan sempurna. Dari sisi religi, seorang ibu yang selama mengandung kian mendekatkan diri kepada Allah, akan melahirkan generasi yang religius. 

Saat lahir, sang ibu berperan besar dalam membangun karakter dan intelektualitas seorang anak, "Sekali lagi, seorang ibu yang berdaya, akan mengajari etika, karakter, dan membimbing sang anak meraih cita-citanya, agar berguna bagi bangsa dan negara, juga masyarakat di sekitarnya," imbuh Chriswanto. 

Apalagi pada saat usia anak-anak, mereka sangat dekat dengan ibunya. Bahkan, waktu seorang anak, umumnya paling banyak dihabiskan bersama orangtua mereka, "Inilah yang membuat seorang ibu memiliki fungsi strelategis dalam pengasuhan dan membangun karakter unggul seorang anak," papar Chriswanto.

Senada dengan Chriswanto Santoso

Nana Maznah Prasetyo, seorang pegiat psikologi pendidikan dan konselor keluarga, yang juga pengurus Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII, mengatakan dalam relasi orangtua dan anak, seorang ibu harus senantiasa mengembangkan dirinya. 

Bila seorang ibu mampu mengembangkan potensinya, maka potensi seorang anak juga berkembang, "Dalam proses penanaman nilai, orangtua atau ibu juga melakukan kesalahan, untuk itu ia juga harus mempu menjelaskan kesalahan itu kepada anaknya," ujar Nana. 

Agar proses membina anak berjalan dengan baik, menurut Nana, komunikasi menjadi kunci, "Komunikasi merupakan keterampilan yang penting dalam hidup. Kita menghabiskan sebagian besar hidup dari bangun sampai mau tidur melalui komunikasi," ujarnya.

Bagi Nana, sangat penting orangtua meningkatkan ketrampilan komunikasinya, karena anak belajar dari cara orangtua berkomunikasi.

“Bila orang tua berkomunikasi dengan anak secara positif maka anak bisa berhubungan dengan orangtua merasa aman dan nyaman. Juga anak bisa tumbuh jadi pribadi yang utuh,“ simpulnya.

Hormati dan Doakan Ibumu

Abdillah, salah satu pembina DPD LDII Kotawaringin Timur menyampaikan, bahwa penghormatan seorang anak kepada Ibu tidak terbatas hanya saat ia masih hidup saja, bahkan hingga ia tak lagi hidup di dunia ini. 

" Karena doa anak sholih menjadi jariah amal yang tidak putus bagi orang tuanya, oleh sebab itu menjadi kewajiban kedua belah pihak untuk memahami hakikat hubungan anak dan orang tua " jelas Abdillah.

Bekal kepahaman agama menjadi pondasi bagi anak agar kelak didalam kehidupannya menjadi insan yang bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang tuanya.

" Sebaik - baiknya pemberian orang tua kepada anaknya adalah budi pekerti yang mulia, ajarkanlah kepada mereka sejak dini, " lanjut Abdillah.

Sebuah riwayat hadist Ibn Majah berikut dapat menjadi renungan bagi kita semua,  

Abdullah bin Mas'ud berkata; telah menceritakan kepada kami Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seorang yang jujur lagi dipercaya: 

" Penciptaan masing-masing kalian di himpun dalam perut ibu selama empat puluh hari hingga menjadi segumpal darah. Kemudian menjadi segumpal daging seperti itu pula, kemudian Allah mengutus seorang malaikat kepadanya, dia diperintah dengan empat kalimat, 

kemudian Dia berfirman: 'Tulislah amal, ajal, dan rezekinya serta sengsara atau bahagia.' Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, 

sesungguhnya ada salah seorang kalian berbuat dengan amalan penghuni surga hingga tidak ada jarak antara dirinya dengan surga kecuali sehasta, namun catatan telah mendahuluinya hingga ia mengerjakan perbuatan penghuni neraka dan akhirnya masuk neraka. 

Dan sesungguhnya ada salah seorang kalian melakukan amalan penghuni neraka hingga tidak ada jarak antara dirinya dengan neraka kecuali satu hasta, namun catatan mendahuluinya hingga ia mengerjakan amalan penghuni surga dan akhirnya ia masuk ke surga."



Post a Comment