Manusia dilahirkan, tumbuh dan berkembang melalui proses pembelajaran ( learning ). Tidak ada satupun yang lahir dan berkembang tanpa proses pembelajaran. Pengamatan terhadap lingkungan menjadikan manusia yang awalnya tak bisa berbicara menjadi bisa berbicara dengan bahasa yang sering ia dengar, yang awalnya tak mengerti berbusana menjadi tahu bagaimana menutup anggota badannya dengan pakaian, yang awalnya tidak mengerti cara makan kemudian menjadi paham bagaimana cara makan, dan laun sebagainya.

Pada tahapan selanjutnya dalam proses interaksi antar manusia diperlukan etiket atau cara dalam berperilaku, baik secara individu, kelompok maupun masyarakat.

Melibatkan diri dalam interaksi sosial memerlukan rasa empati yang tinggi agar mudah beradaptasi dengan tata cara pihak lain.

Dari dasar pemikiran ini, maka sangat mudah dipahami bagi mereka yang memiliki etiket atau tatacara sama dalam menjalani proses adaptasi untuk membuat komitmen atau agenda kerja sama. Sebagaimana yang dilakukan oleh warga LDII Kecamatan Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur baru baru ini. 

Minggu tanggal 6 Desember 2020, mereka bersepakat mengadakan gotong royong melakukan pengecoran tiang - tiang bangunan masjid.

" Pembangunan masjid ini merupakan komitmen kami warga LDII disini dalam menyediakan sarana dan fasilitas pembinaan umat. Sebagaimana kita pahami bahwa selain sebagai tempat beribadah shalat, masjid juga digunakan untuk mengaji atau majelis ta'lim. Terutama membina generasi penerus bangsa, dengan pelajaran pelajaran berbasis pembentukan karakter yang kelak diharapkan mereka nantinya menjadi generasi profesional religius ", ungkap Choirin yang mengikuti gotong royong tersebut.

Saat ditanya darimana sumber dana pembangunan masjid,  Choirin mengatakan bahwa dana dikumpulkan dari sedekah / infaq warga yang ada. 

" Kami yakin bahwa harta yang kami sedekah kan untuk membangun masjid ini akan mendapatkan balasan pahala yang tinggi di sisi Allah. Bahkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang membangun masjid didunia, maka akan dibangunkan sebuah rumah di surga. Ini sangat memotivasi kami untuk terus berlomba - lomba dalam berinfaq fii sabilillah ", ujat Choirin.

 Rencana bangunan masjid yang berukuran 10×10 meter tersebut terletak di jalan Kaca Piring Barat Sampit.

1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama