Antara Nikmat, Syukur, Dan Sedekah

Antara Nikmat, Syukur, Dan Sedekah

ALLAH Menyediakan Sumber Penghidupan Di Dunia

Kekuasaan Allah meliputi langit dan bumi, berkuasa atas semua makhluk ciptaan Nya, innallaha 'ala kulli syaiin qodiir, sesungguhnya Allah kuasa atas segalanya. Tak terkecuali terhadap manusia yang telah didaulat menjadi khalifah di bumi. Untuk bertahan hidup agar dapat berkembang, manusia memerlukan rezeki berupa sumber makanan. Dan Allah Sang Pencipta, telah menyediakan segala kebutuhan tersebut untuk manusia dan makhluk hidup lainnya.

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّۭ فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). [Surat Hud (11) ayat 6]

Dari langit turun keberkahan berupa hujan, menyirami tanah dan bebatuan permukaan bumi, yang kemudian tumbuh berbagai macam tanaman menjadi rezeki bagi manusia dan makhluq lainnya.

ءَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ ٱلْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنزِلُونَ  أَفَرَءَيْتُمُ ٱلْمَآءَ ٱلَّذِى تَشْرَبُونَ

Apakah engkau melihat air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kami kah yang menurunkannya? [Surat Al-Waqi'ah (56) ayat 68-69]

Maka sudah seharusnya wajib bagi manusia untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat yang ia diterima. Bagaimana mungkin manusia mengkufurinya, sementara ia hidup di dunia dengan seluruh fasilitas cuma-cuma yang  diberikan oleh Allah ?

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Surat Ar-Rahman (55) ayat 13]

Tidakkah kita melihat samudera terbentang luas yang didalamnya terkandung potensi sumber daya ikan seakan tiada pernah habis dikonsumsi manusia ?

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? [Surat An-Najm (53) ayat 55]

SYUKUR Sebagai Tanda Terima Kasih Atas Nikmat Allah

Setelahnya Allah Azza wa Jalla memberikan nikmat untuk memenuhi kebutuhan hidup makhluk Nya, kewajiban bagi makhluk adalah dengan mensyukurinya. Syukur dengan ucapan dan perbuatan. Lisannya mengucapkan kalimat Alhamdulillah, perbuatan mengiringi dengan menjaga kekhusyukan dan tuma'ninah dalam beribadah.

Seringkali manusia mengklaim bahwa nikmat Allah hanya berwujud materi, rezeki berupa harta yang dengannya ia mencukupi keinginanan hidupnya.  Sejatinya tidaklah demikian, pemahaman seperti itu sungguh sangat membatasi tentang makna nikmat Allah.

Sadar atau tidak, bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini dipenuhi nikmat belaka. Baik yang melekat di dalam jasad kita maupun yang bertebaran di luar badan.

Lihatlah jasad kita dari ujung rambut kepala hingga ujung kaki. Jauh dari fikiran dan jangkauan kemampuan manusia, bagaimana sedemikian sempurnanya Allah Ta'ala menyusun kelengkapan organ tubuh yang kemudian dibungkus dengan kulit ? Dan kemudian tubuh itu mampu bergerak ke segala arah sekehendak hati.

Tidakkah kita merasakan detak jatung, denyut nadi dan aktifitas paru - paru yang tiada henti ?

Tidakkah kita merasakan setiap tarikan nafas sebab menghirup oksigen dari alam sekitar ? Pernahkah kita menghitung seberapa banyak volume udara yang diserap tubuh ?

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Surat Ar-Rahman (55) ayat 13]

Hikmah menarik yang disampaikan seorang bijak, " Jangan sekedar berdoa meminta rezeki yang banyak, tetapi memintalah kepada Allah dengan doa agar bisa meningkat dari hari ke hari rasa syukur dan jumlah sedekah fii sabilillah ". 

Bila ingin rezeki banyak, maka bersedekah juga haruslah banyak. Ibarat memancing, bila ingin mendapat ikan besar maka pakailah kail dan umpan yang besar juga.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صَدَقَةٌ قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَجِدْ قَالَ فَيَعْمَلُ بِيَدَيْهِ فَيَنْفَعُ نَفْسَهُ وَيَتَصَدَّقُ قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ أَوْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْمَلْهُوفَ قَالُوا فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيَأْمُرُ بِالْخَيْرِ أَوْ قَالَ بِالْمَعْرُوفِ قَالَ فَإِنْ لَمْ يَفْعَلْ قَالَ فَيُمْسِكُ عَنْ الشَّرِّ فَإِنَّهُ لَهُ صَدَقَةٌ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Burdah bin Abu Musa Al Asy'ari dari Ayahnya dari Kakeknya dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wajib bagi setiap muslim untuk bersedekah."

Para sahabat bertanya; "Bagaimana jika ia tidak mendapatkannya? ' Beliau bersabda:: 'Berusaha dengan tangannya, sehingga ia bisa memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah.'

Mereka bertanya; 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menolong orang yang sangat memerlukan bantuan.' Mereka bertanya; 'Bagaimana jika ia tidak bisa melakukannya? '

Beliau bersabda: 'Menyuruh untuk melakukan kebaikan atau bersabda; menyuruh melakukan yang ma'ruf' dia berkata; 'Bagaimana jika ia tidak dapat melakukannya? ' Beliau bersabda: 'Menahan diri dari kejahatan, karena itu adalah sedekah baginya.' HR Bukhari

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أُعْطِيَ عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ فَإِنَّ مَنْ أَثْنَى فَقَدْ شَكَرَ وَمَنْ كَتَمَ فَقَدْ كَفَرَ وَمَنْ تَحَلَّى بِمَا لَمْ يُعْطَهُ كَانَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin 'Ayysy dari Umarah bin Ghaziyyah dari Abu Zubair dari Jabir dari Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: 

"Barang siapa yang diberi suatu pemberian lalu dia memperoleh kelebihan harta, maka hendaknya dia memberi. 

Dan barang siapa yang tidak mendapatkan kelebihan harta hendaknya dia memuji, karena barang siapa yang memuji dia telah bersyukur dan barang siapa yang menyembunyikan nikmat berarti dia telah kufur nikmat. 

Dan barang siapa yang bersikap (mengaku) dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya, maka dia ibarat orang yang memakai dua buah baju kebohongan."  HR Tirmidzi

Sedekahlah Agar Nikmat Itu Langgeng

Perbuatan baik dengan selalu mensyukuri atas nikmat Allah mempunyai manfaat luar biasa besar. 

Pertama, mereka yang bersyukur telah mendatangi kewajibannya.
Kedua, bersyukur bernilai ibadah. Kalimat "Alhamdulillah" berarti juga ber dzikir kepada Allah, pahala mengalir seiring banyaknya ia berdzikir.

Ketiga, pernyataan bahwa ia adalah 'fakir' yang senantiasa memerlukan bantuan dan pertolongan dari Allah.

Keempat, menambah keberkahan nikmat. Terkadang walaupun nilai nya kecil namun manfaatnya mampu mencukupi harapan.

Kelima, melanggengkan nikmat. Tak beda dengan seseorang yang memiliki benda, ia rawat dan pelihara dengan baik, tentu benda itu menjadi awet.            

عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ سُلَامَى مِنْ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ قَالَ تَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ قَالَ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ وَكُلُّ خُطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَتُمِيطُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

Dari Hammam bin Munabbih ia berkata, ini adalah hadits yang telah diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. ia pun menyebutkan beberapa hadits, di antaranya adalah;

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap anggota tubuh manusia memiliki keharusan sedekah pada setiap harinya. 

  • Yaitu seperti mendamaikan dua orang yang berselisih, adalah sedekah. 
  • Menolong orang yang naik kendaraan, atau menolong mengangkatkan barangnya ke atas kendaraan, itu pun termasuk sedekah. 
  • Ucapan atau tutur kata yang baik, juga sedekah. 
  • Setiap langkah yang Anda ayunkan untuk menunaikan shalat, juga sedekah. 
  • Dan menyingkirkan sesuatu yang membahayakan di jalanan umum, adalah sedekah."

Posting Komentar

0 Komentar

LDII SAMPIT | LDII KOTIM